SIDRAP, HBK — Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Sidrap (UMS Rappang) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu akademik yang berkelanjutan.
Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Rapat Penjaminan Mutu Internal yang digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, bersama jajaran pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala BPM UMS Rappang, Dr. Aswadi, ini menjadi ruang strategis untuk melakukan refleksi sekaligus penguatan arah kebijakan mutu akademik di tingkat fakultas dan program studi. Sejumlah agenda penting dibahas secara komprehensif, mulai dari evaluasi pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penyelarasan standar mutu akademik, hingga peningkatan kualitas proses pembelajaran.
Selain itu, kesiapan program studi dalam menghadapi akreditasi dan audit mutu internal juga menjadi perhatian utama.
BPM mendorong agar seluruh unsur pengelola akademik memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya mutu sebagai fondasi utama pengembangan institusi pendidikan tinggi.
Dalam arahannya, Dr. Aswadi menegaskan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah komitmen kolektif yang harus dijalankan secara konsisten.
Menurutnya, sinergi antara BPM, pimpinan fakultas, dan pengelola program studi merupakan kunci dalam menjaga serta meningkatkan kualitas pendidikan di UMS Rappang.
Salah satu program studi yang menjadi sorotan adalah Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang yang saat ini telah meraih status akreditasi Baik Sekali.
Berbagai upaya peningkatan mutu terus dilakukan, di antaranya melalui pelaksanaan Konsorsium Keilmuan Dosen (KKD) sebagai wadah penguatan arah akademik dan pengembangan kualitas dosen.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Andi Sadapotto, M.Hum., menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif BPM dalam mendampingi program studi menuju akreditasi unggul.
Ia menilai kegiatan BPM sangat strategis dalam membantu program studi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan secara objektif.
“Melalui pendampingan BPM, kami dapat memetakan aspek yang perlu ditingkatkan sekaligus memaksimalkan potensi yang telah dimiliki. Ini menjadi bekal penting dalam menyiapkan diri menuju akreditasi unggul,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Andi Sadapotto menekankan bahwa capaian akreditasi unggul bukan hanya berdampak pada reputasi institusi, tetapi juga pada kualitas lulusan.
Dengan mutu akademik yang terjamin, lulusan diharapkan mampu bersaing secara kompetitif di dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia pun berharap kegiatan penjaminan mutu yang diinisiasi BPM dapat terus berkelanjutan dan semakin terstruktur. “Kami siap terus bersinergi dengan BPM demi peningkatan kualitas program studi dan terwujudnya akreditasi unggul,” tutupnya.
Penulis: Andi Sadapotto




Tinggalkan Balasan