BARRU,HBK – Di balik suara riang anak-anak yang masih saling menyapa di pagi hari, tersembunyi keprihatinan yang nyata. Sebuah Sekolah Dasar di wilayah Barru tepatnya berada di Dusun Barantang Desa Manuba Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru kini mempertahankan harapan belajar di bawah atap yang sudah tidak lagi kokoh pada Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi Rabu (16/9),tampak kondisi bangunan menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang cukup serius. Bagian atap terlihat melengkung, beberapa lembar seng bergeser dan terlepas, sementara rangka penopang sudah terlihat tua dan rapuh.

Dinding bangunan mulai berlumut, cat mengelupas, dan jalur akses di samping gedung tertutup bebatuan serta puing yang mengundang kekhawatiran akan keselamatan siswa.

“Ini di saat angin kencang atau hujan turun, kekhawatiran semakin terasa. Air dapat dengan mudah masuk ke ruang kelas, dan bagian bangunan yang sudah keropos dikhawatirkan tidak mampu menahan cuaca yang semakin ekstrem.

Meski demikian, anak-anak tetap datang. Mereka tetap duduk di bangku masing-masing, berusaha tidak membiarkan kondisi gedung mengganggu keinginan mereka untuk belajar, “ungkap Nurdin warga Desa Manuba ditemui Rabu (16/9) di sekitar sekolah yang peduli kondisi sekolah tersebut.

“Kami berharap tempat ini kembali layak. Bukan untuk kemewahan, cukup agar anak-anak belajar dengan tenang, aman, dan terlindungi,” jelasnya.

“Kerusakan ini bukan sekadar soal bangunan yang menua ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan generasi penerus. Tempat di mana masa depan mereka ditempa seharusnya menjadi tempat yang paling aman untuk mereka tumbuh,”terangnya.

Sementara itu Sulawati Ratnaeni,S.Pd,I selaku Kepala UPTD SDN 129 Barantang Desa Manuba ditemui (16/9/2026) secara terpisah membenarkan kerusakan yang sudah parah tersebut.

“Semoga perhatian dan bantuan segera hadir, guna memperbaiki atap yang rapuh, dan memastikan tak ada lagi kekhawatiran untuk anak-anak selain keinginan hanya untuk meraih cita-cita,”harap Sulawati.

Di samping itu Sulawati menjelaskan bahwa kerusakan parah pada bagian atap yang renggang dan rangka penopang sudah terlihat lemah, dan
jalur samping gedung sekolah serta dinding yang sudah lapuk semua,”tutup Sulawati Ratnaeny. (Ril)