BARRU,HBK – Program Optimalisasi Lahan Non Rawa TA 2026 yang digulirkan pemerintah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru berjalan masif di berbagai desa. Berdasarkan data yang terhimpun, kegiatan ini tersebar di sejumlah wilayah Kecamatan Mallusetasi, meliputi Desa Kupa, Manuba, Kupa dan Palanro.

Secara rinci, kegiatan yang dilaksanakan beragam jenisnya. Mulai dari rehabilitasi dan perpanjangan saluran irigasi, pengerjaan irigasi tersier, hingga pengadaan dan pemasangan pompa air sumur serta jaringan pipanisasi.

Contohnya di Desa Nepo tercatat ada 9 titik kegiatan yang terbagi antara perbaikan irigasi dan pengadaan mesin pompa beserta pipanisasi. Sementara di desa-desa lain seperti Manuba dan Kupa juga tersebar titik pekerjaan serupa.

“Kami menyambut baik dan bersyukur adanya kegaitan ini sebab kegiatan ini sangat membantu kami. Dengan irigasi yang diperbaiki dan tersedianya pompa serta jaringan pipa yang baru, air bisa lebih merata menjangkau sawah-sawah petani,,”ungkap Hasanuddin selaku Ketua Kelompok Tani Pakkaresoe ditemui Selasa (20/10/2026) di sekitar lokasi kegiatan pengerjaan saluran Desa Nepo.

“Semoga dengan adanya sistem pengairan lebih terjamin, musim tanam bisa lebih tepat waktu, dan hasil panen petani nantinya bakal terus meningkat,”harap Hasanuddin.

Program ini tidak hanya di Desa Nepo saja. Kelompok tani di wilayah lain juga mendapat porsi yang sama. Di Tani Cimpu 2 dan Samaturue di Desa Nepo, serta kelompok-kelompok tani di desa tetangga juga mendapatkan program,dan program ini diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman, efisiensi penggunaan air, dan pada akhirnya mendorong peningkatan hasil panen serta kesejahteraan petani di Kabupaten Barru secara keseluruhan.

Tidak dapat dipungkiri Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru kini telah berjalan di berbagai desa di Kecamatan Mallusetasi. Puluhan titik pekerjaan tersebar di enam desa, mencakup rehabilitasi irigasi, perpompaan, hingga pengadaan pompa air dan pipanisasi.

Sementara itu secara terpisah Darman selaku Ketua Kelompok Tani To Nepo Desa Nepo Kecamatan Mallusetasi mengatakan selaku petani dengan adanya program ini sangat membantu kelompoknya.

“Irigasi yang diperbaiki dan tersedianya pompa serta jaringan pipa yang baru, air bisa lebih merata menjangkau sawah-sawah petani. Diharapkan sistem pengairan lebih terjamin, musim tanam bisa lebih tepat waktu, dan hasil panen warga terus meningkat,” terangnya.

“Program ini diharapkan tidak sekadar memperbaiki infrastruktur pertanian, tetapi juga meningkatkan indeks pertanaman, efisiensi air, serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di beberapa Desa di Kecamatan Mallusetasi, “jelas.Ir Ahmad MM selaku Kepala. Dinas Pertanian Kabupaten Barru ditemui via whatsapp pada Selasa (20/10/2026) di kantornya.

” Untuk kelengkapan data maupun teknis kegiatan silahkan berhubungan dengan konsultan semua sudah ada disana, “ujarnya.

Kendati demikian dilapangan tampak adanya material lama seperti batu gunung bekas pondasi lama sebagai buangan tidak luput dari perhatian warga masyarakat.

“Apabila ada pembongkaran pasangan irgasi, material lama seperti batu pada pekerjaan saluran irigasi persawahan dikumpulkan atau bisa dipergunakan apabila ada sisa material lain seperti pasir dan semen selama panjang sesuai kontrak sudah selesai dan pekerjaan tambahan dianggap sebagai pekerjaan swadaya petani,”kata Nasry ST selaku Konsultan Pengawasan Kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa Tahun 2026 di konfirmasi via whatsapp Selasa (20/10/2026) di Makassar.

“Kemudian adapun daftar kelompok tani dan pekerjaan yang dilaksanakan berdasarkan data konsultan di kami yaitu Desa Kupa : Masagenae: Rehabilitasi irigasi perpompaan,sedang di Desa Manuba ada Pucuk Mekar III: Perpanjangan irigasi perpompaan M. Ali Madda Rehabilitasi irigasi, Beringin : Rehabilitasi irigasi perpompaan, Mattaropurae,Pengadaan pompa air sumur & pipanisasi, “jelasnya.

Kemudian di Desa Nepo terdapat kelompok Tani Cimpu1 I: Rehabilitasi irigasi- Cimpu 2 : Rehabilitasi irigasi,Muh. Tahir (Baru) Rehabilitasi irigasi, Mareppang ,Rehabilitasi irigasi, Pakaressoe: Rehabilitasi irigasi, Sipakkeo: Rehabilitasi irigasi,To Nepo: Rehabilitasi irigasi, Maseddie: Rehabilitasi irigasi, Todopuli: Rehabilitasi irigasi,Samaturue: Rehabilitasi irigasi & perpompaan,Massidie berupa Rehabilitasi irigasi & perpompaan dan yang terakhir Kelurahan Palanro ada kelompok Massidie 1 berupa Pengadaan pompa air sumur & pipanisasi, “kunci Nasry.(Ril)