ENREKANG, HBK — Alam terbuka menjadi ruang belajar bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) mengikuti perkuliahan praktik panjat tebing di Tebing Alam Mandu, Dusun Tontonan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya memperoleh materi secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan teknik dasar panjat tebing secara langsung di alam terbuka.

Perkuliahan tersebut dibimbing oleh Maryam, S.Pd., M.Pd., Gr., selaku dosen PKO UNIMEN, bekerja sama dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Enrekang.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran, mulai dari pengenalan teknik dasar hingga pemahaman mengenai prosedur keselamatan dalam olahraga panjat tebing.

Maryam menjelaskan, pembelajaran berbasis lapangan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang pendidikan dan kepelatihan olahraga.

Menurutnya, melalui praktik langsung, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik panjat tebing, tetapi juga mengembangkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kesadaran terhadap aspek keselamatan.

“Pembelajaran di alam terbuka memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan FPTI Kabupaten Enrekang menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi mahasiswa. Melalui pendampingan dan pengalaman langsung dari praktisi maupun pelatih berpengalaman, mahasiswa diharapkan mampu memahami olahraga panjat tebing secara lebih komprehensif.

Maryam berharap, perkuliahan praktik di alam terbuka ini dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis, keberanian, kedisiplinan, serta pemahaman keselamatan yang memadai.

Dengan demikian, lulusan PKO UNIMEN tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga kesiapan profesional untuk menjadi pelatih yang kompeten dan berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi pada masa mendatang.

FPTI Enrekang Dorong Pembelajaran Berbasis Alam

Sementara itu, Ketua FPTI Kabupaten Enrekang, Hafsan, S.T., menyambut baik pelaksanaan perkuliahan praktik panjat tebing tersebut.

Ia berharap kegiatan edukasi berbasis alam seperti ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang tangguh secara fisik, memiliki kemampuan teknis, serta memahami prosedur keselamatan (safety procedure) dengan baik.

Menurut Hafsan, proses belajar panjat tebing membutuhkan tahapan, ketekunan, dan latihan berkelanjutan. Setiap kemampuan harus dibangun secara bertahap dengan memperhatikan teknik dan keselamatan.

“Mempelajari panjat tebing sama halnya dengan berproses dalam pertumbuhan manusia ketika baru dilahirkan, merangkak, belajar berdiri, belajar berjalan, berlari, belajar berbicara, dan seterusnya. Ada proses yang harus dilalui,” ungkapnya.

Ia pun memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tidak takut untuk belajar dan terus mengasah kemampuan.

“Oleh karena itu, jangan takut belajar dan terus berlatih. Insyaallah, dari UNIMEN kelak akan lahir atlet panjat tebing yang profesional dan mendunia,” tutupnya.

Tebing Mandu, Potensi Olahraga dan Wisata Enrekang

Tebing Alam Mandu yang berlokasi di Dusun Tontonan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, merupakan salah satu potensi olahraga panjat tebing yang dimiliki daerah tersebut.

Dengan karakteristik tebing yang menantang dan tingkat kemiringan yang disebut-sebut hampir 180 derajat pada bagian tertentu, lokasi ini menjadi tempat yang potensial untuk mendukung kegiatan latihan, pembelajaran, serta pengembangan olahraga panjat tebing.

Pemanfaatan Tebing Mandu sebagai lokasi perkuliahan praktik juga memperlihatkan bahwa potensi alam daerah dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa olahraga.

Melalui sinergi antara UNIMEN dan FPTI Kabupaten Enrekang, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mendorong pengembangan olahraga panjat tebing sekaligus memperkenalkan potensi alam Enrekang kepada masyarakat luas.

(Abbas Nasir)