Β “Perkuat Peran P3A dan GP3A Kelola Irigasi”
PINRANG, HBK β Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) terus memperkuat peran petani dalam pengelolaan jaringan irigasi melalui pelatihan kelembagaan bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembentukan dan pemberdayaan P3A/GP3A tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Pinrang meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola, memanfaatkan dan menjaga jaringan irigasi sebagai salah satu infrastruktur penting penunjang produktivitas pertanian.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, mengatakan P3A dan GP3A memiliki posisi strategis dalam memastikan pemanfaatan air irigasi berjalan secara teratur, adil dan berkelanjutan.
Menurutnya, petani tidak semata-mata menjadi penerima manfaat dari jaringan irigasi yang dibangun pemerintah. Petani juga harus memiliki kapasitas dan kelembagaan yang kuat untuk ikut menjaga, mengelola serta memelihara jaringan tersebut.
βMelalui kegiatan ini, kita ingin memberdayakan petani pemakai air agar dapat bersama-sama memanfaatkan dan memelihara jaringan irigasi dengan asas gotong royong, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal untuk pertanian dan lahan-lahan masyarakat,β ungkap Bachrumsyah.
Ia menjelaskan, penguatan kelembagaan P3A dan GP3A semakin penting di tengah kondisi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan serta distribusi air untuk kebutuhan pertanian.

Dalam kondisi tersebut, pengelolaan air membutuhkan koordinasi yang lebih kuat agar distribusinya dapat dilakukan secara proporsional dan tepat sasaran, terutama untuk memastikan kebutuhan air di lahan-lahan pertanian tetap terpenuhi.
Kelembagaan petani yang berjalan aktif diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat lapangan. Mulai dari koordinasi pembagian air, pemeliharaan saluran, hingga penanganan gangguan yang berpotensi menghambat aliran air menuju lahan pertanian.
Selain menjaga kelancaran distribusi air, keterlibatan petani juga dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap jaringan irigasi yang selama ini menjadi salah satu penopang utama aktivitas pertanian masyarakat Pinrang.
Pemkab Pinrang berharap pemberdayaan P3A dan GP3A tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan melahirkan kelembagaan petani yang aktif, mandiri dan mampu menjalankan fungsi pengelolaan irigasi secara berkelanjutan.
βYang kita harapkan adalah adanya kesadaran dan tanggung jawab bersama. Jaringan irigasi harus dijaga agar tetap berfungsi dan manfaat air dapat dirasakan petani secara berkelanjutan,β lanjutnya.
Penguatan kelembagaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, khususnya menghadapi tantangan perubahan musim dan keterbatasan sumber daya air.
Dengan pengelolaan irigasi yang lebih terkoordinasi serta keterlibatan aktif petani, pemerintah berharap produktivitas lahan dapat tetap terjaga, distribusi air lebih optimal, dan keberlangsungan usaha pertanian masyarakat Pinrang dapat terus dipertahankan. (Ady)


Tinggalkan Balasan