SIDRAP, HBK — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Al-Fattah, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, berlangsung khidmat, Ahad (27/9/2026).
Kegiatan yang digelar selepas salat Dzuhur tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan serta peletakan batu pertama perluasan pembangunan Masjid Al-Fattah.
Rangkaian kegiatan ini dihadiri Camat Maritengngae Firman, SE., M.AP., keluarga pemberi wakaf (wakif) Masjid Al-Fattah Hj. Hasnah Dais dan Hj. Hartati, S.Pd., penerima wakaf/nadzir Umar Usman, S.H., M.H., Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Sidrap H. Abd. Samad, S.Ag., M.Pd., serta Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sidrap H. Nursaman Halede, SE., M.Si.
Turut hadir Kepala Lingkungan II Lakessi H. Basri Pangara, Imam Masjid Al-Fattah Alman Faizan, tokoh masyarakat, tokoh agama, majelis taklim, pemuda dan remaja masjid, serta ratusan jamaah dari Kelurahan Lakessi dan sekitarnya.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Besar Muhammad SAW Kita Wujudkan Masyarakat yang Beriman, Berilmu dan Beramal”, peringatan Maulid diisi hikmah oleh Anre Gurutta (AG) H. Suardi Latarebbi, Lc., M.Ag., Wakil Ketua MUI Kabupaten Pinrang sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa Benteng, Kecamatan Baranti, Sidrap.
Dalam tausiyahnya, AG H. Suardi Latarebbi mengajak jamaah menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, iman, ilmu dan amal harus berjalan beriringan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.
“Maulid ini bukan hanya seremonial, tapi momentum untuk memperbaiki akhlak. Kalau kita ingin masyarakat beriman, berilmu dan beramal, maka kuncinya adalah meneladani Rasulullah SAW. Dan bukti cinta kita kepada Rasulullah adalah dengan memakmurkan masjid,” tegasnya.
Dirangkaikan Penyerahan Bantuan dan Peletakan Batu Pertama

Usai rangkaian peringatan Maulid, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat dan upaya memakmurkan Masjid Al-Fattah.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama perluasan pembangunan Masjid Al-Fattah.
Perluasan masjid tersebut merupakan kelanjutan dari tanah wakaf yang sebelumnya telah diwakafkan oleh almarhum Abd. Fattah Dais, kemudian mendapat tambahan tanah wakaf dari Hj. Hasnah Dais dan Hj. Hartati, S.Pd., yang merupakan anak kandung almarhumah Hj. Nohong Dais.
Peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh pihak wakif, kemudian dilanjutkan jajaran Dewan Pengurus Masjid Al-Fattah, yakni Ketua H. Kaharuddin Aras, Sekretaris Umar Usman, Ketua Bidang Penggalangan Dana H. Surianto H. Waru, serta Ketua Bidang Perencanaan dan Pembangunan Hendri Paturusi.
Ketua Dewan Pengurus Masjid Al-Fattah, Drs. H. Kaharuddin Aras, M.Ag., didampingi Sekretaris Umar Usman, mengatakan perluasan masjid dilakukan karena kapasitas bangunan yang ada semakin tidak mampu menampung jumlah jamaah.
“Jamaah Masjid Al-Fattah alhamdulillah semakin ramai. Daya tampung masjid yang ada sudah tidak memadai, terutama saat salat Jumat dan hari besar Islam. Karena itu, kami berikhtiar untuk melakukan perluasan,” ujar H. Kaharuddin.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan menjadi amal jariyah untuk kita semua,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk memohon kelancaran pembangunan dan perluasan Masjid Al-Fattah agar dapat segera dimanfaatkan jamaah. (Arya)


Tinggalkan Balasan