PINRANG, HBK — Ada pertemuan, ada kebersamaan, dan pada akhirnya ada perpisahan. Begitulah perjalanan pengabdian Andi Rahmat, SE., sebagai Lurah Benteng, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.
Setelah kurang lebih empat tahun mengemban amanah sebagai lurah, masa tugas Andi Rahmat kini berakhir. Bagi sebagian orang, pergantian lurah mungkin merupakan hal biasa dalam dinamika pemerintahan.
Namun bagi sebagian masyarakat Kelurahan Benteng, kepergian Andi Rahmat meninggalkan kesan dan kenangan tersendiri.
Selama kurang lebih empat tahun, Andi Rahmat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Di tengah berbagai dinamika pemerintahan dan persoalan warga, ia berupaya hadir memberikan pelayanan, membangun komunikasi serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Kini, kursi kepemimpinan Kelurahan Benteng akan ditempati sosok berikutnya. Sementara nama Andi Rahmat akan menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan dan masyarakat Benteng.
Pesan Perpisahan Sang Lurah
Dalam pesan perpisahannya, Andi Rahmat menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah menerima, membantu dan mendukungnya selama menjalankan amanah.
Baginya, kesempatan mengabdi di Kelurahan Benteng merupakan pengalaman berharga yang tidak mudah dilupakan.
“Seiring dengan berakhirnya masa jabatan saya sebagai Lurah Benteng, izin saya menyampaikan bahwa ini merupakan sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya sangat bersyukur telah diterima dengan baik, dibantu dan didukung oleh warga yang luar biasa ramah dan kompak,” ungkap Andi Rahmat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dan kekhilafan selama menjalankan tugas.
“Saya memohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak, selama menjalankan amanah pelayanan ini. Terima kasih atas kebersamaan dan kenangan indah yang telah kita ukir bersama,” tuturnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Lurah Benteng, Andi Rahmat memastikan pergantian jabatan tidak akan memutus hubungan silaturahmi dengan masyarakat.
“Pintu silaturahmi saya akan selalu terbuka untuk Bapak/Ibu sekalian. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kedamaian dan keberkahan untuk kita semua dan kelurahan yang kita cintai ini,” ucapnya.
Mustamin: Dedikasinya Patut Dikenang
Apresiasi terhadap pengabdian Andi Rahmat juga disampaikan tokoh akademisi Mustamin B Amus, SE., MM.
Mustamin menilai Andi Rahmat telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pemerintahan Kelurahan Benteng selama menjalankan amanah.
“Pak Andi Rahmat telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pemerintahan Kelurahan Benteng. Selama kurang lebih empat tahun, beliau telah menunjukkan dedikasi, komunikasi dan kepedulian terhadap masyarakat. Tentu tidak semua hal bisa sempurna, tetapi pengabdian dan kontribusi beliau patut kita apresiasi dan kenang,” ujar Mustamin.
Menurutnya, pergantian pemimpin merupakan bagian dari dinamika pemerintahan. Namun, jejak pengabdian seorang pemimpin akan tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat yang pernah dilayaninya.
Ia pun berharap Andi Rahmat diberikan kesuksesan dalam melanjutkan tugas dan pengabdian di tempat berikutnya.

Anton Wahid: Ada Rasa Kehilangan
Rasa kehilangan juga diungkapkan tokoh masyarakat Kelurahan Benteng, Anton Wahid.
Menurut Anton, selama memimpin Kelurahan Benteng, Andi Rahmat merupakan sosok yang cukup dekat dengan masyarakat.
“Tentu ada rasa kehilangan. Selama kurang lebih empat tahun beliau bersama masyarakat Benteng. Banyak kebersamaan, komunikasi dan kenangan yang sudah terbangun. Kami mengucapkan terima kasih atas seluruh dedikasi dan pengabdian beliau,” kata Anton.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meski Andi Rahmat tidak lagi menduduki jabatan sebagai lurah.
“Jabatan bisa berakhir, tetapi persaudaraan jangan sampai berakhir. Semoga Pak Andi Rahmat selalu diberikan kesehatan, kesuksesan dan keberkahan dalam perjalanan pengabdian selanjutnya,” harapnya.
Jabatan Berakhir, Kenangan Tetap Tinggal
Empat tahun mungkin hanya angka dalam perjalanan sebuah pemerintahan.
Namun bagi masyarakat yang berinteraksi langsung dengan seorang pemimpin, rentang waktu tersebut dapat meninggalkan banyak cerita.
Hari ini Andi Rahmat berpamitan.
Ia tidak lagi berdiri sebagai Lurah Benteng, tetapi pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang selama empat tahun menjadi tempatnya mengabdi.
Ada ucapan terima kasih yang mungkin tidak cukup untuk membalas sebuah pengabdian. Ada permohonan maaf atas kekurangan selama menjalankan amanah. Dan ada kenangan yang tidak serta-merta hilang hanya karena sebuah jabatan telah berakhir.
Bagi masyarakat Benteng yang mengenang pengabdiannya, pergantian jabatan bukan berarti berakhirnya sebuah hubungan.
Jabatan boleh berganti, pemimpin boleh berganti, tetapi jejak pengabdian dan silaturahmi akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Kelurahan Benteng.
Selamat jalan dalam perjalanan pengabdian berikutnya, Andi Rahmat.
Terima kasih atas empat tahun pelayanan, kebersamaan dan kontribusi bagi masyarakat Kelurahan Benteng. (Ady)


Tinggalkan Balasan