SIDRAP, HBK — Semangat kemerdekaan berpadu dengan kehangatan ukhuwah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa, Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa (IKA-PPUW) menggelar Gebyar Merah Putih — Lomba Olahraga dan Seni dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, 29–31 Agustus 2026, dan dipusatkan di kompleks Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa, Benteng, Sidrap.

Ketua Panitia Pelaksana Gebyar Merah Putih, Umar Usmar, S.H., M.H., dalam laporannya mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dirancang sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan santri dan alumni.

Menurut Umar Usmar yang juga Ketua Umum IKA-PPUW Cabang Sidrap, berbagai perlombaan olahraga dan seni menjadi ruang bagi para santri maupun alumni untuk menunjukkan bakat dan kreativitas dengan tetap mengedepankan nilai sportivitas.

“Melalui berbagai cabang lomba olahraga dan seni yang diselenggarakan, kami berharap seluruh peserta, adik-adik santri dan alumni, dapat menyalurkan bakat dan kreativitasnya dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Ajang ini juga menjadi wadah silaturahmi antar-alumni untuk mempererat tali persaudaraan yang selama ini terjalin,” ujar Umar Usmar.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa, AG. H. Suardi Latarebbi, Lc., M.Ag., yang turut hadir memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang telah menggagas dan mewujudkan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Gebyar Merah Putih menjadi kegiatan istimewa karena seluruh rangkaiannya lahir dari inisiatif dan kepedulian para alumni terhadap pesantren dan para santri.

“Kami para guru dan pembina memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para alumni. Kehadiran kegiatan ini sangat membantu kami karena membuat para santri semakin dekat dengan para alumni, sehingga hubungan silaturahmi antara santri dan alumni tetap terjaga dengan baik. Insya Allah, kegiatan ini akan kami jadikan agenda tahunan ke depannya,” ungkap AG. H. Suardi Latarebbi.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKA-PPUW, Prof. Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., yang diwakili Sekretaris Umum IKA-PPUW, Darmawangsa, S.Pd., M.M., secara resmi membuka rangkaian Gebyar Merah Putih.

Dalam sambutannya, Darmawangsa menekankan pentingnya membangun kembali ikatan persaudaraan di antara alumni yang telah tersebar setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Lebih dari sekadar reuni dan perlombaan, menurutnya, keberadaan organisasi alumni harus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi almamater sekaligus menjadi contoh bagi para santri.

“Tujuan utama kami adalah bagaimana para alumni mampu memberikan kontribusi nyata bagi almamater. Kami ingin para santri memahami bahwa setelah menyelesaikan masa pendidikan di pesantren, masih ada ruang-ruang pengabdian yang luas untuk terus dikembangkan dan diamalkan di tengah masyarakat,” tegas Darmawangsa.

Gebyar Merah Putih berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan beragam perlombaan olahraga dan seni. Nuansa kompetisi dikemas dalam semangat kebersamaan, sportivitas, nasionalisme, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, IKA-PPUW berharap hubungan antara alumni, santri, guru dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa semakin kuat.

Gebyar Merah Putih juga diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan pesan bahwa pendidikan di pesantren tidak berhenti ketika seorang santri menyelesaikan masa belajarnya, tetapi berlanjut melalui pengabdian, kontribusi kepada almamater, serta peran nyata di tengah masyarakat.

Dengan dukungan pihak pesantren dan antusiasme alumni serta santri, kegiatan ini pun diarahkan menjadi agenda tahunan sekaligus ruang untuk melahirkan generasi pesantren yang berakhlak, berprestasi, memiliki semangat kebangsaan, dan tetap kokoh menjaga ukhuwah.