“Meninggalkan Jejak, Menyambut Harapan: Kisah Dua Kapolres dalam Estafet Kepemimpinan Sidrap”
SIDRAP, HBK – Mutasi di tubuh Polri kembali menghadirkan babak baru bagi jajaran Polres Sidrap. Kapolri melakukan rotasi sejumlah pejabat, termasuk Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong yang mendapat promosi jabatan sebagai Kabag Binkar Polda Sulawesi Selatan.
Posisi yang ditinggalkannya kini akan diisi oleh AKBP Indra Waspada Yuda, perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Parepare.
Pergantian ini bukan sekadar perpindahan jabatan administratif. Di balik mutasi tersebut, tersimpan perjalanan panjang dua perwira dengan rekam jejak pengabdian yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keamanan masyarakat dan memperkuat kehadiran Polri di tengah kehidupan warga.
Bagi masyarakat Sidrap, nama AKBP Dr. Fantry Taherong bukanlah sosok yang asing. Selama memimpin Polres Sidrap, ia dikenal sebagai figur yang aktif membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Pendekatan humanis yang diusungnya menjadi salah satu warna kepemimpinannya dalam mengelola situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah yang dikenal dinamis dan memiliki aktivitas ekonomi yang tinggi tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai program pembinaan masyarakat, penguatan sinergitas dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga komunitas lokal terus digencarkan. Tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, Fantry juga berupaya menghadirkan wajah Polri yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam bidang penegakan hukum, Polres Sidrap selama masa kepemimpinannya juga menunjukkan komitmen terhadap pemberantasan tindak kriminalitas, penyalahgunaan narkotika, serta penguatan keamanan di berbagai sektor strategis. Berbagai operasi kepolisian yang dilaksanakan berhasil menjaga stabilitas keamanan daerah sehingga iklim investasi, pertanian, peternakan, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Promosi yang diterima Fantry sebagai Kabag Binkar Polda Sulsel menjadi bentuk kepercayaan institusi atas kapasitas dan pengalaman yang dimilikinya. Jabatan tersebut memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pembinaan karier sumber daya manusia Polri di tingkat Polda.
Posisi Kabag Binkar bukan sekadar jabatan struktural biasa. Di ruang inilah berbagai kebijakan terkait pengembangan karier personel dirumuskan dan dijalankan. Pengalaman Fantry dalam memimpin satuan kewilayahan dinilai menjadi modal penting untuk mengemban amanah baru tersebut.
Di sisi lain, Sidrap kini bersiap menyambut pemimpin baru. Sosok AKBP Indra Waspada Yuda datang dengan bekal pengalaman memimpin Kota Parepare, salah satu wilayah strategis di Sulawesi Selatan yang memiliki karakteristik keamanan berbeda dengan daerah agraris seperti Sidrap.
Selama menjabat Kapolres Parepare, Indra dikenal aktif mengawal berbagai agenda strategis daerah, mulai dari pengamanan aktivitas pelabuhan, penguatan pelayanan publik, hingga penanganan sejumlah kasus kriminal yang menjadi perhatian masyarakat. Kemampuannya dalam membangun koordinasi lintas sektor turut menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya dipercaya memimpin Polres Sidrap.
Tantangan yang akan dihadapi Indra di Sidrap tentu tidak ringan. Kabupaten yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional ini memiliki karakter sosial yang unik dengan aktivitas ekonomi yang bergerak cepat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan hingga jasa.
Selain menjaga stabilitas keamanan, Kapolres baru juga dihadapkan pada tantangan pengawasan peredaran narkotika, pencegahan kejahatan konvensional, pengamanan agenda politik dan pembangunan daerah, serta penguatan pelayanan publik berbasis presisi yang menjadi program prioritas Polri.
Kehadiran AKBP Indra Waspada Yuda diharapkan tidak hanya melanjutkan program-program yang telah dibangun pendahulunya, tetapi juga menghadirkan inovasi baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sidrap yang terus berkembang.
Pergantian kepemimpinan ini pada akhirnya menjadi simbol kesinambungan pengabdian di tubuh Polri. AKBP Dr. Fantry Taherong meninggalkan Sidrap dengan membawa pengalaman berharga menuju tugas yang lebih strategis di tingkat Polda. Sementara AKBP Indra Waspada Yuda datang membawa energi baru dan harapan baru untuk melanjutkan estafet pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah dinamika zaman dan tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap institusi kepolisian, masyarakat Sidrap kini menantikan bagaimana kepemimpinan baru tersebut akan mengawal keamanan daerah, menjaga kepercayaan publik, serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan Sidrap yang aman, tertib, dan semakin maju. (Ady)




Tinggalkan Balasan