Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Sinjai, Jamaluddin, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bersama sejumlah peternak bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan kondisi usaha peternakan ayam petelur yang saat ini mengalami tekanan akibat anjloknya harga telur di pasaran, sementara harga pakan terus mengalami kenaikan.

“Kami menyampaikan kepada Ibu Bupati kondisi yang dialami peternak saat ini, di mana harga telur mengalami penurunan sementara harga pakan justru meningkat. Kondisi ini tentu sangat mempengaruhi keberlangsungan usaha peternak,” ujarnya.

Menurutnya, para peternak berharap pemerintah daerah dapat memberikan arahan dan langkah-langkah strategis guna membantu menciptakan keseimbangan antara harga jual telur dan biaya produksi, khususnya harga pakan yang menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur.

Dalam audiensi tersebut, lanjutnya, sejumlah solusi turut dibahas bersama Bupati Sinjai. Salah satu langkah yang dinilai dapat membantu meningkatkan harga telur di tingkat peternak adalah dengan membangun kemitraan antara peternak lokal dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Sinjai.

“Setelah kami berdiskusi dengan Ibu Bupati, salah satu langkah yang bisa ditempuh agar harga telur kembali naik adalah menjalin kerja sama atau kemitraan antara peternak dengan SPPG yang ada di Sinjai. SPPG ini memiliki acuan surat edaran untuk membeli telur dari peternak lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam skema tersebut, pembelian telur oleh SPPG mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp26.500 per kilogram.

Dengan adanya kepastian pasar melalui kemitraan tersebut, diharapkan harga telur di tingkat peternak dapat kembali stabil dan memberikan keuntungan yang layak bagi para pelaku usaha peternakan.

Mantan anggota DPRD Sinjai ini mengapresiasi respons positif yang diberikan Bupati Sinjai terhadap aspirasi yang disampaikan oleh para peternak. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi pertemuan lanjutan antara peternak dan pihak SPPG guna membahas teknis pelaksanaan kerja sama tersebut.

“Alhamdulillah, Ibu Bupati sangat merespons apa yang kami sampaikan. Insya Allah akan ada pertemuan lanjutan yang difasilitasi pemerintah daerah untuk mempertemukan peternak dengan pihak SPPG agar teknis kerja sama ini bisa segera dibahas dan direalisasikan,” ungkapnya.

Melalui langkah tersebut, para peternak berharap kebutuhan telur untuk program pemenuhan gizi di Kabupaten Sinjai dapat diprioritaskan dari hasil produksi peternak lokal. Selain membantu menjaga stabilitas harga, kebijakan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor peternakan daerah dan meningkatkan kesejahteraan para peternak.

“Kami berharap seluruh SPPG yang ada di Sinjai dapat mengutamakan pembelian telur dari peternak lokal. Jika produksi kami belum mencukupi kebutuhan, barulah mengambil pasokan dari luar daerah,” harap Jamaluddin.

Audiensi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha, termasuk sektor peternakan, guna mencari solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi demi mendukung penguatan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum, H. Burhanuddin, Kepala Bappeda Sinjai, Haerani Dahlan, serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, Syamsul Alam. (*)

Biro Sinjai
Editor
Biro Sinjai
Reporter