SINJAI, HBK – Wakil Bupati (Wabup) Sinjai, Andi Mahyanto Mazda menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) dan pemangku kepentingan untuk bergerak cepat dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Andi Mahyanto yang sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sinjai menegaskan bahwa kinerja setiap wilayah akan dievaluasi secara berkala. Setiap Kecamatan diminta mampu menunjukkan langkah nyata dan konkret dalam menekan angka stunting.
“Saya menegaskan kepada seluruh kepala puskesmas di setiap kecamatan agar melakukan langkah-langkah nyata. Kami akan melakukan evaluasi berkala. Jika tidak ada progres, tentu akan menjadi catatan khusus bagi TPPS,” tegasnya, Rabu (10/6/2026).
Untuk memastikan penanganan yang holistik, Wabup Sinjai mendorong kolaborasi kuat di beberapa sektor, diantaranya pengawasan lapangan. Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa diminta aktif mengawal dan membujuk warga agar rutin membawa anak-anak berisiko stunting ke posyandu/puskesmas.
Kemudian disektor Ketahanan Pangan dan Gizi, Wabup meminta Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan gencar mengedukasi warga terkait pemanfaatan pangan lokal. Salah satu inovasi yang didorong adalah program pemeliharaan ayam skala rumah tangga di desa-desa untuk menjamin ketersediaan telur sebagai sumber protein hewani harian.
Kemudian terkait sanitasi dan lingkungan, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) diminta mengevaluasi dan merevitalisasi kawasan kumuh.
Lingkungan yang sehat dinilai linier dengan penurunan risiko stunting. Pemkab Sinjai bahkan siap berkoordinasi dengan Kementerian PU jika diperlukan anggaran tambahan.
Melalui komitmen dan kolaborasi lintas sektor yang agresif ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai optimistis dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)




Tinggalkan Balasan