SIDRAP, HBK — Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang kembali menggelar seminar hasil tesis mahasiswa di ruang rapat lantai 2 Gedung Rektorat, Senin (25/5/2026).

Pada seminar tersebut, mahasiswi bernama Irma memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Pengaruh Pembelajaran Literasi Berbasis Edukasi dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN 2 Rijang Panua.”

Seminar berlangsung akademis dan dihadiri para dosen penguji, di antaranya Dr. Yusmah selaku Ketua Penguji, Dr. Aswadi sebagai Sekretaris Penguji, Prof. Dr. Jamaluddin selaku Penguji I, Dr. Nuraini Kasman sebagai Penguji II, serta Dr. Syamsu Tang sebagai Penguji III.

Dalam pemaparannya, Irma menjelaskan penelitian tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Menurutnya, banyak siswa masih mengalami kesulitan mengenal huruf, membaca suku kata, hingga memahami bacaan akibat proses pembelajaran yang monoton dan kurang menarik.

Karena itu, penelitian difokuskan pada penerapan model Game-Based Literacy Learning dan penggunaan game edukasi sebagai inovasi pembelajaran guna meningkatkan motivasi sekaligus kemampuan membaca siswa.

“Pembelajaran berbasis permainan membuat siswa lebih aktif, antusias, dan terlibat dalam proses belajar membaca,” ujar Irma saat mempresentasikan hasil penelitiannya.

Irma menjelaskan, penelitian dilakukan melalui dua tahap perlakuan, yakni penerapan model Game-Based Literacy Learning dan penggunaan game edukasi. Sebelum perlakuan diberikan, siswa terlebih dahulu mengikuti pretest untuk mengetahui kemampuan awal membaca permulaan. Setelah proses pembelajaran berlangsung, siswa kembali diberikan posttest guna melihat peningkatan kemampuan membaca mereka.

Hasil penelitian menunjukkan model Game-Based Literacy Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan siswa dengan nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari 0,05. Penggunaan game edukasi juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi yang sama.

Sementara itu, hasil uji simultan memperlihatkan kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan siswa dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 serta koefisien determinasi mencapai 77 persen.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Irma menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis permainan dan game edukasi efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Selain meningkatkan hasil belajar, metode tersebut juga dinilai mampu menumbuhkan motivasi, keterlibatan, dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Sementara itu, Ketua Penguji, Dr. Yusmah berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi bagi guru sekolah dasar dalam menghadirkan pembelajaran membaca yang lebih inovatif dan menyenangkan bagi siswa. Menurutnya, penggunaan metode kreatif berbasis permainan dapat menjadi solusi meningkatkan kualitas literasi anak sejak dini. (Arya)