ENREKANG, HBK — Bupati Enrekang, Muh. Yusuf Ritangnga, melakukan penanaman pohon pakis hutan sekaligus meresmikan kawasan ekowisata dan agroforestri di wilayah perhutanan sosial Hutan Adat Tangsa, To Tallang, Desa Benteng Alla, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Festival Hari Bumi yang digelar oleh Koperasi Benteng Alla, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis alam.
Dalam sambutannya, Yusuf Ritangnga menyinggung potensi kopi Arabika di kawasan Buntu Dama, Desa Benteng Alla, yang pernah dikenal sebagai salah satu kopi terbaik.
“Walaupun sempat terjadi peralihan ke perkebunan hortikultura, pengembangan kopi tetap akan kita lanjutkan,” ujarnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan ekowisata Buntu Dama yang dikenal dengan panorama “negeri di atas awan”. Bahkan, ia berencana mengajak jajaran kepala dinas untuk merasakan langsung potensi kawasan tersebut.
“Nanti kita jadwalkan untuk menikmati pemandangan di ekowisata ini. Saya akan ajak para kepala dinas untuk bermalam di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Benteng Alla, Patola, menjelaskan bahwa kegiatan Festival Hari Bumi bertujuan menjaga kelestarian kawasan To Tallang sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Ini bagian dari upaya bersama agar kawasan ini tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Pengembangan kawasan ekowisata dan agroforestri ini diharapkan menjadi model pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang mampu menggabungkan aspek konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga. (Abbas)




Tinggalkan Balasan