BARRU,HBK – Adanya pemberitaan yang menyuarakan keinginan warga masyarakat sekitar lokasi SPPG MBG Nepo baru-baru ini,tampaknya kembali direspon pihak SPPG MBG Nepo pada Senin (16/2/2026).

Sepertinya Kepala SPPG MBG Nepo Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru tidak menerima jika ada pemberitaan terkait SPPG MBG Nepo kendati pun hal itu secara fakta terjadi dilapangan dan sudah dilakukan konfirmasi awal ke dirinya atas keinginan warga dan membahas terkait SPPG MBG Nepo.

“Tabe pak sebelum melakukan penerbitan berita pak harap lakukan konfirmasi kepada kami pak,kami merasa keberatan dengan apa yang diberitakan,perlunya di lakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan apa yang disebarluaskan pak untuk sama-sama saling menghormati pak,tabe sebelumnya,”kata Nurul Magfirah selaku Kepala SPPG MBG Nepo dalam pesan singkatnya via WhatsApp ke meja redaksi pada Senin (16/2/2026).

Dengan adanya nada sumbang Kepala SPPG MBG Nepo ke redaksi sepertinya semakin memperjelas dan menyakinkan dugaan publik bahwa SPPG MBG Nepo minim melibatkan warga sekitar.

Sementara itu Aswar anggota LSM KPK Tipikor Kabupaten Barru turut angkat bicara terkait kisruh SPPG MBG Nepo Senin (16/2/2026) ditemui di sekretariat LSM KPK Tipikor Barru.

“Yang namanya lembaga pemerintah atau negara atau semacamnya yang notabene anggarannya bersumber atau dibiayai dengan menggunakan uang pajak dari rakyat,rmereka harus siap di publish dan diberitakan itu sesuai amanat UU,tidak bisa seenaknya atau terkesan pribadinya yang diutamakan ,” ungkapnya.

“Normalnya SPPG MBG Nepo itu ajak warga sekitar duduk bersama sebab jelas narasumbernya dan orangnya,kemudian membahas apa yang menjadi kendala,bukan malah mempertanyakan dan keberatan terhadap media yang memberitakan fakta lapangan,lucu itu,” terangnya.

“Saya tidak menbela media tetapi kawan SPPG MBG Nepo harus paham media bahwa mereka itu profesional bekerja dan punya UU dan aturan sendiri,”jelasnya.

“Nah ini satu pesan buat SPPG MBG dalam bekerja, jangan asal coba-coba atau aji mumpung menjadi lembaga MBG atau suatu posisi atau jabatan di dalamnya jika tidak mau jadi sorotan publik maupun sorotan dari warga sekitar,” kunci Aswar.(Ril)