MAKASSAR, HBK — Nasib nahas menimpa seorang pria bernama Anto (35), warga Jalan Bontoduri 7, Kota Makassar. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah terpeleset dan terseret ombak saat hendak memasang pukat ikan di Pantai Wisata Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga, pada Senin (2/2/2026) pagi.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WITA. Berdasarkan keterangan saksi mata, Lahamuddin (48), korban bersama dirinya berjalan di atas tanggul batu pemecah ombak untuk memasang jaring ikan. Namun, kondisi cuaca saat itu sedang ekstrem, disertai angin kencang dan gelombang tinggi.

Di tengah aktivitas tersebut, korban tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke laut.

“Saya sempat berusaha menolong, namun korban dengan cepat tersapu ombak ke tengah. Kondisi saat itu memang angin kencang dan ombak sedang besar,” ujar Lahamuddin.

Upaya penyelamatan juga dilakukan oleh penjaga pantai (baywatch) Pantai Bosowa, Ansar, yang mencoba menjangkau korban menggunakan pelampung ban dalam bekas. Namun derasnya arus dan tingginya gelombang membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar, Basarnas, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi sekitar pukul 10.10 WITA. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sekitar titik jatuhnya korban.

Setelah hampir dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan:

Pukul 11.45 WITA: Korban ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia.

Pukul 12.10 WITA: Jenazah korban tiba di rumah duka di Jalan Bontoduri 7, Kecamatan Tamalate, untuk disemayamkan.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Pihak BPBD Kota Makassar menduga insiden ini dipicu oleh aktivitas korban di tengah kondisi cuaca buruk. Gelombang laut yang tinggi dinilai menjadi faktor utama yang membahayakan keselamatan warga di wilayah pesisir.

“Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan serta masyarakat setempat, namun dalam kondisi meninggal dunia. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar, HM Fadli Tahar, di Makassar.

BPBD kembali mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir, agar tidak memaksakan aktivitas di laut saat cuaca ekstrem demi menghindari kejadian serupa.

Redaksi harianberitakota
Editor
Biro Makassar
Reporter