BARRU, HBK — Dugaan kasus penipuan yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) Masdullah (46) dan Verawati (39) warga Desa Nepo Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru bakal menjadi atensi pihak Satreskrim Polres Barru.

“Peristiwa terjadi di awal tahun 2025,dan pada waktu itu saya bersama istri sudah bekerja di Morowali kemudian ditawarkan 1 unit kendaraan Toyota Rush oleh keluarga atas nama Fahrul,”Ungkap Masdullah (46) didampingi istrinya Verawati (39) warga Desa Nepo Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru yang mendatangi meja redaksi (31/1/2026).

Masdullah bersama istrinya yang sehari-harinya berdagang ayam potong dan cathering di Morowali menceritakan dugaan kasus yang menimpanya.,”Awalnya saya ditawari unit kendaraan Toyota Rush oleh Fahrul dan seiring berjalannya waktu melalui berbagai proses komunikasi intens lewat telepon dan via WhatsApp saya sepakat dengan istri dan orang tua membeli kendaraan tersebut,”jelasnya.

“Karna saya berada di Morowali bersama istri dan anak bekerja,,mengingat Fahrul adalah keluarga dan kerap di rumah apalagi yang punya unit kendaraan Toyota Rush menurut Fahrul dia kenal baik bernama pak Harmianto sehingga saya percayakan mengurus dan mengecek unit kendaraan serta membeli mobil Toyota Rush tersebut yang di temani bapak saya,”beber Masdullah.

“Singkat cerita disepakati harga kendaraan senilai Rp 175 juta melalui perantara Fahrul dan Anto dengan mekanisme bayar via transfer bank,saya kirim Rp 50.juta kemudian Rp 100 juta dan Rp 25 juta dengan total transfer Rp 175 juta ke rekening atas nama Andi Ahmad yang diberikan Fahrul via WhatsApp,”urai Masdullah.

“Dibenak saya unit kendaraan sudah ditangan sebab Fahrul kawannya Anto dan Bapak saya berada di Kabupaten Pinrang menjemput mobil untuk dibawa pulang.Saya sangat yakin karna Fahrul kirim semua foto aktifitasnya di lokasi untuk pembelian unit kendaraan lengkap dengan foto pemilik kendaraan,”terang Masdullah.

“Namun ketika unit kendaraan Toyota Rush sudah di bawa pulang dalam perjalanan tiba-tiba rombongan Fahrul dan Bapak saya di cegat di jalan dengan alasan pemilik kendaraan keberatan,”ujar Masdullah.

“Nah dari sinilah masalah muncul,sehingga untuk menghindari salah faham terhadap unit kendaraan rombongan Fahrul sepakat ke Polres Pinrang untuk memperjelas status kendaraan sebab mereka sudah membayar kendaraan lunas,”kata Masdullah dengan nada kesal.

“Kemudian saya melaporkan juga kejadian ini ke Polres Barru dan sampai sekarang ini uang saya 150 juta tidak kembali,”imbuhnya.

“Namun ada yang aneh dan janggal bahwa uang yang saya transfer ke rekening atas nama Andi Ahmad dan Harmianto yang no rekeningnya di kirim Fahrul via WhatsApp ke saya,ketika kasus ini bergulir di Polres pak Harmianto mengembalikan 25 juta ke saya,sehingga uang saya ditangan komplotan penipu tersisa Rp 150 juta,”katanya.

“Yang membuat saya kecewa dan menambah kesal sebab para terduga pelaku sepertinya santai saja dirumahnya di Desa Bojo dan Parepare,tanpa merasa bersalah atas kejadian ini sebab istri saya pernah ketemu belum lama ini,”urai Masdullah.

“Kasus saya ini bermula sejak bulan Februari tahun 2025 lalu dan semoga tidak mandek dan menjadi pembiaran APH di Polres Barru karna semua modal usaha saya inveatasikan untuk pembelian kendaraan dengan harapan kendaraan operasional usaha di Morowali,”jelasnya.

Dilain pihak Iptu Syarifuddin SH selaku Kepala Unit Tipidter Polres Barru ditemui di kantornya membenarkan adanya laporan dari warga terkait kasus dugaan penipuan via online internet dan platform WhatsApp tahun 2025 lalu.

“Sudah pernah kami panggil sejumlah nama dan memintai keterangan semua yang terlapor dan yang di duga bagian dari kasus ini pada saat itu di bulan Maret tahun 2025 lalu.namun kami belum bisa menarik kesimpulan sebab masih pendalaman dan pengembangan. kasus lebih lanjut,”jelasnya.

“Tetap berproses kasus ini sampai sekarang dan kasus seperti ini tergolong tidak mudah diungkap sebab pelaku kejahatannya tidak diketahui keberadaanya dugaan sementara menggunakan nama palsu nomor TLP yang sudah tidak aktif dan akun palsu,namun yang pasti kita tetap mengejar dan akan mengungkap kejahatan seperti ini mari kita lihat saja nanti hasilnya,”kunci Syarifuddin.(*)