SIDRAP, HBK – Insiden berdarah kembali mengguncang wilayah hukum Kabupaten Sidrap.
Kasus inipun viral setelah video dan foto-foto kondisi korban dan TKP beredar luas di media sosial.
Sejumlah pengguna media WhatsApp telah berkali-kali membagikan video dan foto-foto tersebut.
Insiden perkelahian dua kelompok remaja di belakang Rumah Susun (Rusun), Jl. Pasar Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, berakhir tragis.
Seorang pemuda, Sawal Aidil Musakki (20), tewas akibat luka tusukan senjata tajam di bagian dada kiri, Senin malam (3/3/2025) sekitar pukul 22.25 WITA.
Menurut keterangan warga, awalnya dua kelompok remaja terlihat bersitegang di belakang rusun. Tak lama kemudian, perkelahian pecah dengan beberapa di antaranya menggunakan senjata tajam.
Dalam hitungan menit, Sawal terkena tikaman dan langsung dilarikan ke RSUD Kemal Sidrap oleh teman-temannya menggunakan sepeda motor. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang dideritanya.

Pelaku Utama Diamankan
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengamankan seorang remaja berinisial FR (15) yang diduga sebagai pelaku utama dalam insiden ini.
“Ya, pelaku FR sudah kita amankan di Mapolres Sidrap untuk penyelidikan lebih lanjut. Kami juga menyita sebilah senjata tajam yang diduga digunakan saat perkelahian berlangsung,” ujar AKP Setiawan, Selasa (4/3/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa insiden berdarah ini dipicu oleh permasalahan sepele, yakni insiden saling serempet motor antara teman korban dan pelaku.
Ketegangan berlanjut hingga kedua kelompok sepakat untuk berduel, yang akhirnya berujung pada kematian Sawal Aidil Musakki.
Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Menanggapi isu liar yang beredar, termasuk kabar tentang aksi pembakaran rumah sebagai buntut dari kejadian ini, AKP Setiawan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan atau bukti mengenai hal tersebut.
“Kami meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang belum tentu benar. Serahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam insiden tersebut. (*)









Tinggalkan Balasan