ENREKANG, HBK — Suasana haru dan kebersamaan menyelimuti acara pelepasan Komandan Kodim 1419/Enrekang yang berlangsung di Makodim, Jalan Pahlawan No.12, Talaga, Enrekang, Jumat (27/02/2016). Prosesi sakral Pedang Pora menjadi pengiring pergantian tongkat komando dari Augustiar Adinegoro kepada pejabat baru Hendra Kusuma Wijaya.

Sejak awal kegiatan, nuansa hangat sudah terasa. Komandan lama bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLIII Ny. Dina Augustiar menyampaikan sambutan perpisahan disertai penyerahan cendera mata sebagai simbol penghargaan dan kenangan pengabdian.

Barisan prajurit yang berdiri tegap memberi penghormatan menambah khidmat prosesi. Tradisi Pedang Pora bukan sekadar seremoni militer, melainkan simbol penghormatan terakhir sekaligus ikatan batin antara komandan, prajurit, dan satuan yang telah bersama menjalankan tugas negara.

Sebagai penanda jejak pengabdian, dilakukan pemasangan foto pejabat lama di dinding kehormatan satuan. Momen tersebut menjadi simbol bahwa dedikasi dan karya selama menjabat akan selalu menjadi bagian dari sejarah Kodim.

Dalam sambutan perpisahannya, Augustiar Adinegoro menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh perwira, bintara, tamtama, PNS, serta keluarga besar Persit atas dukungan dalam menjalankan tugas, baik program komando atas maupun program pemerintah daerah. Ia menegaskan keberhasilan pelaksanaan tugas tidak lepas dari loyalitas dan semangat seluruh personel.

“Hal-hal positif yang telah dilakukan agar dipertahankan dan ditingkatkan demi kemajuan satuan yang kita cintai dan banggakan,” pesannya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama memimpin masih terdapat kekurangan, sekaligus memohon doa restu untuk melanjutkan tugas di Markas Besar Angkatan Darat. Harapannya, silaturahmi dan kebersamaan yang telah terjalin tetap terjaga hingga masa purna tugas.

Prosesi pelepasan menjadi puncak emosional acara. Salam perpisahan, jabat tangan, dan tatapan hangat antaranggota menggambarkan kedekatan yang terbentuk selama masa kepemimpinan. Kesan dan pesan dari prajurit, PNS, dan Persit turut mewarnai acara dengan ungkapan bangga dan apresiasi atas kepemimpinan yang dinilai penuh dedikasi.

Acara ditutup dengan penghormatan terakhir dari seluruh anggota yang mengantar langkah pejabat lama dengan doa dan rasa hormat. Pergantian jabatan boleh terjadi, namun ikatan persaudaraan di lingkungan satuan tetap terjaga dan abadi. (Abbas)