SIDRAP, HBK — Wisma dan kos-kosan menjamur di Kabupaten Sidrap, tapi ironisnya, hampir semua tak mengantongi izin resmi. Pemerintah daerah pun dinilai tutup mata, belum juga menggagas Perda yang bisa menjadikan sektor ini sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Padahal, berdasarkan data lapangan, ada ratusan tempat tinggal sewaan yang beroperasi liar, tanpa regulasi, tanpa kontribusi, tapi terus dibiarkan tumbuh subur.

Kegiatan razia yang digelar Satpol PP bersama Dinas Sosial baru-baru ini justru menyisakan tanda tanya. Masyarakat mempertanyakan keadilan dalam penegakan aturan, karena razia hanya menyasar kos-kosan, sementara wisma seakan luput dari pengawasan.

“Pak Satpol jangan main pilih-pilih. Periksa juga semua wisma, jangan cuma kos yang dikejar,” ketus seorang warga saat ditemui, Jumat (18/4/2025).

Rangkaian razia ini dilakukan setelah jagat maya dihebohkan oleh video DJ Nathalie yang viral saat tampil di tempat hiburan malam di Sidrap. Pemerintah daerah pun bergerak cepat, seakan ingin menambal citra, dengan menggelar razia dua hari berturut-turut di Kecamatan Maritengngae.

Hari pertama, Selasa (15/4), sepuluh penghuni tanpa identitas diamankan dari dua kos, Dua Putra dan M Algasali. Sembilan di antaranya perempuan muda dari luar daerah seperti Makassar, Palopo, dan Pinrang.

Hari kedua, Rabu (16/4), hasilnya lebih mengagetkan. Sebanyak 21 orang terjaring, mayoritas perempuan muda, ditemukan di Kost Biru, Kost 99, Otifar, Kayla, dan Aurora. Beberapa bahkan masih remaja.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Sidrap, Kaharuddin, mengatakan bahwa operasi ini bertujuan menciptakan lingkungan yang aman dan beradab. “Semua yang terjaring sudah dibina dan membuat surat pernyataan,” ujarnya.

Walaupun tidak ditemukan praktik prostitusi online, semua penghuni diminta kembali ke daerah asal. Operasi akan berlanjut.

Namun, publik mulai menyoroti selektifnya penertiban. Warga mendesak agar wisma juga diperiksa, karena tempat itu kerap jadi wilayah abu-abu dalam pengawasan.

“Kalau mau bersih, jangan setengah hati,” sindir warga lainnya.

Kini bola panas ada di tangan pemerintah. Apakah hanya tegas di permukaan atau benar-benar serius membenahi dan mengambil peluang PAD dari sektor ini? Sidrap menanti jawaban tegas, bukan pencitraan sesaat. (Arya)