SIDRAP, HBK — Festival Tani Ternak (FTT) 2026 resmi dibuka di Pelataran Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (10/2/2026) malam.

Mengusung tema “Tanam, Panen, Hilirisasi untuk Sidenreng Rappang Maju dan Sejahtera,” festival ini menjadi panggung besar kolaborasi sektor pertanian dan peternakan di Bumi Nene Mallomo.

Pembukaan dilakukan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Jamaluddin Al Afghani, mewakili Kementerian Pertanian RI. Hadir Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Ketua DPRD Takyuddin Masse, Kapolres AKBP Fantry Taherong, Sekda Andi Rahmat Saleh, unsur Forkopimda, anggota DPRD, serta berbagai elemen pelaku usaha dan masyarakat.

Ketua Panitia FTT 2026, Andi Patahangi, mengungkapkan festival tahun ini diikuti 36 tenant dari berbagai sektor, mulai penyedia sarana produksi pertanian, peternak, organisasi layer, penyedia alsintan, pelaku penggilingan, BUMN seperti Perum Bulog, hingga komunitas pecinta hewan.

“Target awal kami minimal 30 peserta, alhamdulillah tercapai 36 tenant. Yang membanggakan, kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBD. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator dan pendukung,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembiayaan festival berasal dari partisipasi peserta yang dikelola event organizer. FTT dirancang sebagai ruang temu antara petani, peternak, penyedia sarana produksi, perbankan, dan masyarakat guna mendorong kolaborasi sekaligus transaksi langsung di lokasi.

Tak hanya pameran, festival juga menghadirkan layanan gratis seperti vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan, pelayanan KTP digital, hingga tera timbangan. Beragam kegiatan edukatif turut digelar, mulai talkshow agribisnis, promosi produk, hingga pameran alsintan, benih, pupuk, dan obat-obatan pertanian.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menegaskan sektor pertanian dan peternakan merupakan tulang punggung ekonomi Sidrap. Ia menyebut daerahnya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan Sulawesi Selatan, tetapi juga memasok berbagai wilayah di Indonesia.

“Hasil petani dan peternak kita dikirim ke Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara, dan Jawa. Ini bukti Sidrap adalah daerah penyangga pangan nasional,” katanya.

Ia juga memaparkan produksi telur dan gabah Sidrap terus menunjukkan tren positif. Target produksi satu juta ton gabah ke depan, menurutnya, harus dijaga melalui kebijakan tepat, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

Syaharuddin turut mengapresiasi panitia yang mampu menyelenggarakan festival tanpa dukungan APBD. Ia menilai hal itu mencerminkan kuatnya ekosistem usaha serta semangat gotong royong masyarakat.

“Kalau niat baik, kerja keras, dan kolaborasi, selalu ada jalan. Festival ini bukti kegiatan besar bisa terlaksana tanpa anggaran pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Jamaluddin Al Afghani menilai konsep FTT sebagai inovasi yang belum banyak dilakukan daerah lain. Ia menyebut Sidrap sebagai pionir festival yang mengintegrasikan produksi, promosi, dan hilirisasi sektor pertanian dan peternakan.

“Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah. Hilirisasi penting agar nilai tambah dirasakan langsung petani dan peternak,” jelasnya.

FTT 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 12 Februari dan menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-682 Kabupaten Sidenreng Rappang. Selain pameran dan layanan publik, pengunjung juga dapat menikmati display hewan kesayangan, pentas seni, serta berbagai kegiatan sosialisasi edukatif dari peserta festival. (Ady)