*”Rukun di Hidup, Rukun di Akhir: KKJ Siapkan Pemakaman Umum untuk Perantau Jawa”

SIDRAP, HBK – Di balik hiruk-pikuk kehidupan perantauan, ada sekelompok orang yang tak hanya mencari penghidupan, tetapi juga berusaha menebar kepedulian sosial.

Itulah yang dilakukan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Baru-baru ini, KKJ mengambil langkah penuh makna: mewakafkan sebidang tanah untuk dijadikan pemakaman umum bagi warga perantau asal Jawa.

Langkah ini bukan semata soal menyediakan lahan, melainkan bentuk cinta dan solidaritas dalam menghadapi kenyataan hidup—dan kematian—di tanah rantau.

Cermin Kepedulian Sosial Sesama Perantau

“Tidak semua dari kita yang meninggal bisa dipulangkan ke kampung halaman,” ujar Karyono S., Sekretaris KKJ, dengan suara yang lirih namun tegas.

Menurutnya, banyak warga perantau asal Jawa yang telah menetap dan beranak pinak di Sidrap, dan tak jarang, ketika takdir menjemput, keluarga mereka kebingungan soal pemakaman.

Dari keprihatinan itulah, lahir semangat gotong royong yang kini menjelma menjadi tanah pemakaman wakaf, yang sedang dalam proses penimbunan dan penataan.

Lokasi ini nantinya akan menjadi PEMAKAMAN UMUM KERUKUNAN KELUARGA JAWA (PU-KKJ)—tempat peristirahatan terakhir yang layak dan bermartabat.

Tanah tersebut dibeli melalui patungan donasi dari para anggota KKJ—sebuah bentuk solidaritas murni yang tumbuh dari akar budaya Jawa: guyub, rukun, dan saling bantu.

Tak ada sponsor besar, tak ada bantuan pemerintah, hanya tangan-tangan warga biasa yang mengulurkan seikhlasnya demi satu kepentingan bersama.

Lebih dari Sekadar Pemakaman

Namun KKJ bukan hanya soal tanah pemakaman. Dalam struktur organisasinya yang rapi dan terorganisir, KKJ juga rutin menggalang bantuan sosial bagi sesama perantau yang mengalami musibah, sakit, hingga kesulitan ekonomi.

Dari arisan keluarga, bantuan sosial, konsumsi, hingga kas rutin, semua dijalankan dengan niat tulus membangun rasa kebersamaan.

“Di sini kita bukan hanya satu suku, tapi satu keluarga besar,” ungkap Ketua KKJ IPTU Syamsuddin Arif, S.

Ia menjelaskan bahwa KKJ telah menyatukan hampir ribuan anggota yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Sidrap.

Kegiatan sosial yang dilakukan KKJ menjadi pengingat bahwa identitas kedaerahan tak pernah menjadi sekat, tapi justru bisa menjadi jembatan untuk saling mendukung dan memperkuat jejaring sosial di tanah rantau.

Susunan Pengurus KKJ Sidrap:

Penasehat:

  • BP. Siswadi
  • BP. Drs. Sukadi
  • BP. Suryono
  • BP. Heppy Sunaryo

Ketua: IPTU Syamsuddin Arif, S.
Wakil Ketua: Musaleh

Sekretaris:

  1. Karyono S.
  2. Jhoni

Bendahara Umum: BP. Sugiyanto
Bendahara Kas Rutin: Triko
Bendahara Sosial: Choirul A.
Bendahara Konsumsi: Sinto
Bendahara Arisan: Paid

Mengakar, Mengabdi, dan Menjadi Teladan

Di tengah tantangan kehidupan sosial yang makin kompleks, keberadaan KKJ menjadi oase yang menyejukkan.

Mereka tak hanya hadir saat pesta dan perayaan, tapi juga saat duka dan kehilangan.

Keberadaan mereka adalah simbol kehadiran moral dan sosial bagi sesama perantau yang jauh dari kampung halaman.

Langkah wakaf tanah pemakaman ini seakan mengukir pesan: meski hidup di tanah orang, rasa memiliki, kepedulian, dan nilai kemanusiaan tetap menjadi yang utama.

Dan dari tanah Sidrap yang subur ini, warga KKJ menanam benih kebajikan yang kelak akan tumbuh menjadi warisan nilai-nilai luhur bagi generasi perantau berikutnya. (Ady)