SIDRAP, HBK — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa mengembangkan ide yang kreatif, inovatif, dan solutif melalui berbagai program pendampingan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan coaching clinic yang digelar pada Selasa (7/4/2026) di lantai 4 Gedung Rektorat UMS Rappang. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang tengah mempersiapkan proposal untuk diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan proposal mereka secara langsung dan mendapatkan pendampingan intensif, termasuk dari Wakil Rektor III UMS Rappang, Dr. Herman D., S.Pd., S.IP., M.Si.
Dr. Herman D menjelaskan, PKM merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan riset dan pengabdian sejak dini.
“PKM ini melatih mahasiswa agar memiliki kemampuan dan keterampilan dalam melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat sejak masih di bangku kuliah,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal kompetensi yang kuat setelah lulus, sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Ketika mereka sudah sarjana, mereka diharapkan tidak akan kesulitan karena sudah memiliki pengalaman dan keterampilan dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi,” katanya.
Selain itu, PKM juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pendanaan dari pemerintah melalui proses seleksi yang kompetitif.
Kegiatan pendampingan ini melibatkan mahasiswa aktif jenjang sarjana (S1) dari berbagai program studi dan fakultas. Dr. Herman juga mendorong dosen untuk turut berperan aktif dalam membimbing mahasiswa.
“Sesuai aturan, satu dosen dapat mendampingi hingga 10 tim. Jika satu tim terdiri dari tiga sampai lima mahasiswa, maka cukup banyak mahasiswa yang bisa kita fasilitasi untuk berkembang,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kegiatan pendampingan PKM rutin dilaksanakan setiap tahun di UMS Rappang. Dalam beberapa tahun terakhir, kampus tersebut mulai menunjukkan peningkatan dengan adanya proposal mahasiswa yang berhasil memperoleh pendanaan.
“Awalnya kita hanya mendapatkan satu proposal yang didanai, kemudian di tahun berikutnya kembali satu proposal. Ke depan, kita berharap jumlahnya terus meningkat,” ungkapnya.
Tahun ini, UMS Rappang menargetkan pengajuan puluhan proposal dari seluruh program studi.
“Kita berharap bisa mengisi kuota maksimal, sekitar 30 hingga 40 proposal dari berbagai prodi,” katanya.
Lebih jauh, UMS Rappang menargetkan mahasiswa tidak hanya lolos pendanaan, tetapi juga mampu melaju hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional bagi peserta PKM.
“Kalau bisa sampai ke Pimnas, mahasiswa kita akan bersaing dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kampus,” tutupnya. (Arya)




Tinggalkan Balasan