SIDRAP, HBK — Suasana Gedung Beras PB.35, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Rabu (11/2/2026), berubah menjadi ruang belajar sekaligus panggung semangat bagi para petani. 
Karnaval Advansia yang digelar dalam rangka Hari Jadi Advansia ke-15 bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penguatan pengetahuan dan teknologi pertanian bagi pelaku sektor pangan di daerah.
Kegiatan ini diikuti perwakilan petani dari Kabupaten Sidenreng Rappang, Soppeng, hingga Wajo bersama para penyuluh pertanian.
Mereka mengikuti rangkaian sekolah lapang yang memperkenalkan teknik bertani modern, penggunaan produk pertanian, serta pemanfaatan teknologi terbaru untuk meningkatkan produktivitas.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang hadir langsung, menegaskan bahwa kehadiran Advansia memberi dampak nyata bagi petani, bukan hanya dari sisi produk tetapi juga transfer ilmu dan teknologi.
Menurutnya, dunia pertanian saat ini telah mengalami lompatan besar dibandingkan era 1980-an dan 1990-an.
Ia menekankan bahwa transformasi menuju pertanian modern menjadi kunci untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen. 
Pemerintah Kabupaten Sidrap bahkan menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektar melalui penerapan sistem pertanian terpadu dan seragam, mulai dari pengolahan tanah, penggunaan benih unggul, pemupukan, pengendalian gulma, hingga panen.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah telah menghadirkan berbagai infrastruktur penunjang, seperti jaringan irigasi modern, program listrik masuk sawah di lebih dari 5.000 titik, pelebaran saluran irigasi sekunder, serta pembangunan bendungan di wilayah Panca Lautang.
Bupati juga menegaskan kebijakan unik: seluruh pejabat diwajibkan turun langsung ke sawah agar memahami kebutuhan petani secara riil.
Ia berharap program sekolah lapang tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi agenda rutin bagi seluruh kelompok tani.
Dengan pendampingan berkelanjutan, ia optimistis pertanian Sidrap dapat berkembang lebih cepat dan membawa kesejahteraan bagi petani.
Sementara itu, Brand Ambassador Advansia, Bang Narji, mengingatkan bahwa profesi petani adalah pekerjaan mulia karena menghasilkan pangan bagi banyak orang.
Ia mengajak masyarakat untuk menanamkan kebanggaan menjadi petani sejak dini, termasuk dengan mendorong generasi muda menempuh pendidikan pertanian. 
Senior Product Manager Advansia, Dinar Murjani, menjelaskan bahwa peringatan 15 tahun perusahaan menjadi momen refleksi sekaligus komitmen memperluas kontribusi.
Ia menyebut Advansia kini memiliki kantor di empat negara—Malaysia, Indonesia, Bangladesh, dan Myanmar—serta terus mengembangkan produk unggulan yang mudah dikenali melalui identitas huruf “A”, simbol filosofi kualitas dan kepercayaan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan agrikultur, dan petani, Karnaval Advansia menjadi gambaran nyata arah masa depan pertanian Sidrap: modern, produktif, dan berdaya saing tinggi. (Ady)




Tinggalkan Balasan