BARRU,HBK – Kegiatan reses konstituen masa persidangan 1 DPRD Barru digelar anggota dewan Syamsu Rijal dari Partai PDIP pada Senin (8/12/2025) bertempat Kelurahan Takkalasi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru.

Kegiatan berupa serapan aspirasi warga di dapilnya Syamsu Rijal membeberkan guna antisipasi minimnya mata anggaran akibat efisiensi pemerintah pusat ke daerah.

“Untuk saat ini kita akan buat proposal komprehensif lengkap kemudian kita dorong ke pusat di Jakarta,”ungkap Syamsu Rijal selaku Anggota Dewan Barru dari partai PDIP ditemui Senin (8/12/2025) di sela-sela kegiatan reses.

Tujuannya dengan konteks 1 judul item dengan nilai proposal yang signifikan namun bakal mengakomodir secara keseluruhan program yang diusulkan,”terangnya.

“Namun perlu kita flasback dulu bergeser sedikit ke problem zona lampu merah,terkait kedatangan KPK RI ke Barru kemarin,”katanya.

“Setidaknya pameo atau label lampu merah kita coba berupaya mengubah ke zona lampu kuning kemudian selanjutnya pelan namun pasti kita berada di zona lampu hijau,”jelasnya.

“Akan tetapi indikator dalam penguatan ke arah itu perlu kita benahi dengan baik dengan cermat,”jelas di hadapan sejumlah Kepala Desa dan Lurah se- Kecamatan Balusu.

“Diantaranya seperti 1.rasional dalam mengusulkan program kegiatan harus selalu sesuai mekanisme 2 Perizinan,3 Pengawasan Internal 4.Managemen ASN, 5 Tata kelola sektor retribusi tidak maximal misalnya sebab di duga ada kebocoran termasuk dalam invetarisasi aset daerah semua itu perlu diperbaiki,”bebernya.

Lanjut Syamsu Rijal,segala kekurangan dan kelemahan itu harus diperbaiki secara bersama sama tidak cukup hanya Pemerintah Daerah dan DPRD saja namun perlu support di semua level termasuk para Kepala Desa dan Kepala Kelurahan.

“Kemudian terkait usulan pupuk bersubsidi sudah tidak perlu kita khawatirkan sebab sudah dipermudah cukup memperlihat identititas petani..Akan tetapi jika ingin menikmati nilai lebih sebaiknya kelompok tani yang langsung menjemput bola,”ujarnya.

“Namun tentunya kita berharap kawan petani ada kesepakatan antara ketua kelompoknya dengan anggotanya rujuannya saling menjaga kesepahaman maupun keinginan bersama,”tandasnya.

Sementara itu pada sesi tanya jawab beragam usulan yang muncul seperti dari anggota BPD Desa Balusu berupa permintaan pengerjaan ruas jalan masuk Balusu sepanjang 3 kilometer,dan ruas
Balusu – Padumpu sekitar 4 kilometer.

Kemudian Kepala Desa Kamiri mengungkapkan bahwa selaku Kepala Desa diinya memahami keterbatasan anggaran Pemkab Barru,namun jika memungkinkan tetap akan mengusulkan program pembangunan melalu reses aspirasi legislator Syamsu Rijal dari PDIP.

Sementara itu dalam reses kali ini tampak hadir dalam kegiatan tersebut Sekertaris Kecamatan Balusu,Kepala BPPT Pertanian Balusu, Lurah Takkalasi,Perwakilan Kapolsek Balusu,Perwakilan Danramil Balusu serta Kepala Desa Lampoko Kepala Desa Madello Kepala Desa Kamiri dan Sekertaris Desa Binuang.beserta sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Takkalasi dan Tamu Undangan Warga Kecamatan Balusu lainnya.

Terungkap dalam diskusi dan tanyajawab sejumlah program kegiatan yang menjadi usulan primadona dan dinilai penting berupa normalisasi sungai, jalan dan jembatan,tanggul pantai,bronjong sungai serta bantuan ternak sapi.

Di samping itu Sekertaris Desa Binuang mengusulkan sejumlah pembangunan jembatan dan bronjong bahkan permintaan bantuan ternak sapi,,pupuk dan alsintan tidak luput dari usulannya.

Kendati demikian Syamsu Rijal menegaskan menolak hibah bantuan ternak sapi.”Hibah itu tidak relevan namun semua usulan sudah masuk dan akan dilengkapi oleh BPPT Pertanian yang sesuai itu seperti penggemukan sapi,”katanya.

“Untuk penggemukan sapi ini sudah pas dengan program peningkatan kesejahteraan untuk masyarakat,kita mengingat grafik ternak sapi tidak signifikan tren perkembangannya sehingga bentuk penggemukan sapi lebih relevan ketimbang ternak sapi yang memelihara dari awal yang nantinya nilainya dan hasilnya tidak maximal,”pungkasnya.

“Ada juga alternatif lain untuk dapat di raih kearah penggemukan sapi,misalnya kita sinkronkan dengan bumdesnya atau koperasi desanya sebab masuk dalam program kesejahteraan masyarakat yang tujuannya sesuai dan kalo perlu kita akan ikuti sampai tuntas dan apabila dewan diperlukan mengawal program jika untuk rakyat kita selalu siap,”ucapnya.

“Selanjutnya usulan Desa Balusu berupa normalisasi sungai sudah ada perencanaan waduk sisa di integrasikan dengan sungai yang ada di Kecamatan Balusu,bahkan jika tidak ada halangan kita akan mapping dengan bidang sumber daya air (SDA) agar secepatnya turun survey di sejumlah lokasi.

“Sebelum kita mengakhiri kegiatan reses ini dan hal ini cukup urgen,mari kita kembali ke prolog awal tadi terkait data Bansos di setiap Desa dan Kelurahan karna adanya temuan yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan sehingga sebaiknya para Kepala Desa dan Kelurahan agar selalu dan senantiasa memantau perkembangan data ini agar siingkron dengan data pemerintah daerah,provinsi dan pusat,”kunci Syamsu Rijal yang kerap di sapa kanda Ancu ini.(Ril)