SIDRAP, HBK — Warga Kelurahan Arateng Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, mendadak geger pada Minggu (1/6/2025) sekitar pukul 17.00 Wita.

Dua buah granat tangan jenis nanas yang diduga masih aktif ditemukan di rumah peninggalan almarhum Sersan Mayor Inf (Purn) Petta Kanto alias Patiroi seorang veteran TNI yang pernah berjasa dalam masa-masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Penemuan granat tersebut terjadi saat keluarga almarhum hendak merenovasi rumah tua peninggalan sang Sersan Mayor. Benda berbahaya itu ditemukan di antara tumpukan barang-barang lama yang kemungkinan sudah puluhan tahun tidak tersentuh.

Sersan Mayor Karaeng Patiroi diketahui merupakan seorang prajurit TNI aktif pada masa perjuangan kemerdekaan dan telah memasuki masa purnabakti sejak tahun 1972.

Dugaan kuat, granat tangan tersebut merupakan bagian dari peralatan militer pribadi yang tersimpan sejak masa tugas aktifnya dan tidak pernah diketahui keberadaannya hingga ditemukan benda tersebut.

Adapun barang-barang yang ditemukan, antara lain:

2 (dua) buah helm baja

1 (satu) ransel kecil

1 (satu) pilbek

1 (satu) penyelesak

4 (empat) magaseng senjata standar

2 (dua) sarung magaseng

1 (satu) kotak amunisi

Langkah Cepat Aparat

Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong SH, SIK, MH melalui Kapolsek Tellu Limpoe, IPTU Mattalunru, membenarkan temuan tersebut.

“Benar, dua buah granat jenis nanas ditemukan di rumah milik pensiunan TNI. Kami telah mengamankan lokasi dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk melaporkannya kepada Bapak Kapolres,” jelasnya kepada media ini.

IPTU Mattalunru juga menyebutkan bahwa identifikasi lebih lanjut terhadap jenis dan kondisi granat masih menunggu pemeriksaan dari tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Sulsel.

“Kami belum bisa pastikan kondisi teknisnya, apakah benar-benar aktif atau tidak, sebelum tim Jihandak melakukan olah TKP,” tambahnya.

Pengamanan Ketat dan Antisipasi Risiko

Saat ini, lokasi penemuan telah diamankan oleh personel gabungan dari Polsek Tellu Limpoe, Satreskrim Polres Sidrap, serta personel TNI dari Koramil dan Kodim 1420 Sidrap.

Jalur menuju rumah tersebut dipantau ketat guna mencegah warga mendekat, karena potensi ledakan masih belum bisa dipastikan.

Keberadaan dua granat aktif tersebut bukan hanya mengejutkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan warga sekitar, terutama mengingat kondisi fisik rumah yang sudah mulai rapuh.

Tim gabungan juga telah memberikan imbauan kepada warga setempat agar menjauhi area tersebut sambil menunggu tim Jihandak tiba di lokasi.

“Langkah pengamanan ini untuk memastikan tidak ada risiko terhadap masyarakat. Kami tidak ingin kecolongan, meski granat terlihat tua, daya ledaknya bisa saja masih tinggi,” jelas seorang anggota TNI yang berjaga di lokasi.

Peninggalan Sejarah yang Mengandung Bahaya

Penemuan granat di rumah seorang veteran memperlihatkan sisi lain dari sejarah panjang perjuangan bangsa.

Banyak prajurit pada masa lalu yang menyimpan perlengkapan militer di rumah mereka, dan seiring waktu, keberadaan benda-benda berbahaya tersebut terlupakan.

Hal ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas, terutama keluarga para veteran, untuk lebih waspada terhadap kemungkinan keberadaan benda-benda berbahaya semacam itu di rumah peninggalan, gudang tua, atau lokasi-lokasi bersejarah lainnya.

Menunggu Evakuasi Aman

Hingga berita ini diturunkan, tim Jihandak dari Brimob Polda Sulsel masih dalam perjalanan menuju lokasi penemuan.

Aparat dari Polsek, Polres, dan TNI tetap siaga penuh menjaga situasi kondusif demi keselamatan semua pihak. Proses evakuasi akan dilakukan secepatnya setelah lokasi dinyatakan aman oleh tim penjinak.

Warga Amparita diminta tetap tenang namun waspada, serta tidak mendekati area penemuan hingga seluruh proses evakuasi selesai dilakukan oleh pihak berwenang. (Arya)