SIDRAP, HBK — Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan (DPD IMM Sulsel), Selasa (31/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang itu turut dihadiri Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, serta Kaprodi Ilmu Pemerintahan, Dr. Sandi Lubis, S.I.P., M.A.P. Sementara DPD IMM Sulsel dipimpin langsung ketua umumnya Adrian Al-Fatih.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Dalam kesempatan itu, Rektor bersama Wakil Rektor I memberikan berbagai motivasi dan masukan kepada para pengurus IMM terkait penguatan peran organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Ketua Umum DPD IMM Sulsel, Adrian Al-Fatih, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda organisasi selama berada di Kabupaten Sidenreng Rappang.

“Kami selama dua hari ini memiliki agenda pengukuhan cabang IMM di Kabupaten Sidrap. Kami juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan Rektor UMS Rappang,” ujar Adrian.

Dia menilai UMS Rappang di bawah kepemimpinan Prof. Jamaluddin Ahmad menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga mendapatkan berbagai arahan terkait pengembangan gerakan IMM, khususnya dalam memperkuat peran strategis mahasiswa di kampus.

“Kami mendapat banyak masukan tentang bagaimana menstrategiskan peran IMM, apalagi dengan adanya cabang di daerah ini. Selain itu, kami juga menyampaikan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah yang akan digelar di Kabupaten Enrekang, dan berharap beliau dapat hadir memberikan insight kepemimpinan kepada kader IMM se-Sulawesi Selatan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi kader yang sangat menekankan pentingnya proses kaderisasi.

Menurut dia, kaderisasi yang baik akan melahirkan generasi unggul yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga keterampilan dan karakter kepemimpinan.

“Proses kaderisasi menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan kader yang unggul, berdaya saing, serta memiliki keterampilan dan pendidikan yang memadai,” ujar Prof. Jamaluddin.

Ia juga berharap IMM dapat terus berperan aktif dalam pengembangan mahasiswa, serta menjadi mitra strategis kampus dalam membangun ekosistem akademik yang progresif dan berkemajuan. (Arya)