SIDRAP, HBK – Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi mitra program magang luar negeri, Mister Chang Kuo An, di Lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (26/02/2026).

Kunjungan tersebut tampak spesial karena turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX (LLDIKTI IX), Dr. Andi Lukman, M.Si., yang didampingi Direktur Politeknik Dewantara Palopo, Dr. Suaedi.

Sejumlah dekan, wakil dekan, dan ketua program studi (kaprodi) di lingkungan UMS Rappang juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab sekaligus membahas penguatan program magang internasional ke Taiwan yang selama ini telah berjalan di UMS Rappang.

Dalam kesempatan itu terungkap bahwa hampir seluruh program studi di UMS Rappang berpeluang mengirim mahasiswa mengikuti magang internasional.

Saat ini, mahasiswa yang telah diberangkatkan berasal dari Program Studi Vokasional Seni Kuliner, Bisnis Digital, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, menyampaikan apresiasi kepada mitra dan LLDIKTI Wilayah IX atas dukungan terhadap program tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan sehingga mahasiswa kami dapat memperoleh pengalaman internasional. Ini menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas lulusan,” ujar Prof. Jamaluddin.

Ia juga meminta para Dekan dan Kaprodi untuk kembali menyeleksi mahasiswa yang memenuhi persyaratan guna mengikuti program magang luar negeri tersebut.

Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan penghasilan dari perusahaan tempat magang. Namun, ia menegaskan bahwa aspek finansial bukanlah tujuan utama.

“Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa belajar kedisiplinan, budaya kerja, dan meningkatkan keterampilan di perusahaan luar negeri,” katanya.
Sementara itu, Mister Chang Kuo An menjelaskan bahwa mahasiswa peserta magang ditempatkan sesuai dengan bidang keilmuannya, seperti di sektor logistik, perhotelan, dan restoran.

“Mahasiswa langsung terjun ke dunia kerja sesuai jurusan. Selain mendapatkan pengalaman internasional dan sertifikat, mereka juga menerima uang saku bulanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini tidak ada pembatasan kuota khusus dari pihak mitra, sehingga peluang pengiriman mahasiswa terbuka luas.

Program ini memberikan pengalaman kerja di luar negeri sekaligus sertifikat internasional bagi para peserta. Di sana mahasiwa juga menghasilkan uang saku, jika dihitung ke rupiah per bulannya Rp.7 juta di luar lembur.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr.Andi Lukman, mengatakan bahwa program magang sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa menempuh pembelajaran di luar program studi hingga 60 satuan kredit semester (SKS).

“Magang pada dasarnya menghubungkan mahasiswa dengan dunia usaha dan dunia industri. Di situlah mereka belajar budaya kerja dan mengembangkan keterampilan serta karakter,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan di Taiwan, mahasiswa asal UMS Rappang menunjukkan kinerja yang baik dan mampu beradaptasi dengan standar kerja internasional.

“Taiwan merupakan negara maju dengan standar kerja yang tinggi. Pengalaman ini sangat berharga bagi mahasiswa untuk membentuk kompetensi dan karakter mereka,” kata Andi.

Ia menegaskan, meski mahasiswa memperolehuang saku dari perusahaan selama magang, tujuan utama program tersebut adalah membekali mahasiswa dengan pengalaman dan kesiapan memasuki dunia kerja setelah lulus.

Dalam kegiatan magang internasional ini, Mahasiswa hanya menanggung biaya pengurusan dokumen administratif, seperti paspor, medical check up, vaksinasi, serta tes TOEFL sebagai persyaratan keberangkatan.

Selama magang biaya hidup mereka juga akan dipenuhi oleh mitra. (Arya)