PINRANG, HBK — Produksi pertanian Kabupaten Pinrang pada 2025 meningkat 8,4 persen dibandingkan 2024.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang mencatat total produksi mencapai 688.000 ton Gabah Kering Panen (GKP), naik dari 636.712 ton GKP pada tahun sebelumnya.

Luas panen 2025 juga mencapai 97 persen, yang menunjukkan optimalisasi lahan dan efektivitas musim tanam berjalan baik. Capaian ini memperkuat posisi Pinrang sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional di Provinsi Sulawesi Selatan.

*Kolaborasi Lintas Sektor*

Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid menegaskan peningkatan tersebut lahir dari kerja kolektif petani dan dukungan lintas sektor. Pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian dan Gubernur Sulsel turut memperkuat pelaksanaan program di daerah.

“Peningkatan ini berkat kerja keras para petani bersama stakeholder, dan khususnya bantuan dari Bapak Presiden melalui Menteri Pertanian dan Gubernur Sulsel, sehingga program IP 300 bisa dimaksimalkan,” ujar Andi Irwan Hamid.

Program IP 300 (Indeks Pertanaman 300) mendorong intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun, sehingga produksi gabah meningkat signifikan.

*Infrastruktur Produksi Pertanian*

Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Pinrang merealisasikan 117 paket pekerjaan fisik untuk menunjang produksi dan akses usaha tani di seluruh wilayah.

Rinciannya meliputi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) 41 paket, Jembatan Tani 21 paket, Jaringan Irigasi Usaha Tani (JITUT) 21 paket, Irigasi Air Tanah (IAT) 8 paket, pembangunan embung 1 paket, pembangunan serta rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan sanggar tani 3 paket, serta pembangunan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) 22 paket.

Pemerintah memanfaatkan pembangunan JUT untuk memperlancar distribusi hasil panen dan menekan biaya produksi. Melalui JITUT, IAT, dan embung, pemerintah menjaga ketersediaan air terutama saat musim kemarau.

*Dampak Terukur Petani*

Pemerintah juga mengalokasikan 22 paket RUBUHA (Rumah Burung Hantu) untuk mendorong pengendalian hama tikus secara alami dan ramah lingkungan. Program ini membantu petani menekan risiko gagal panen.

Kombinasi program intensifikasi melalui IP 300 dan penguatan infrastruktur pertanian berkontribusi langsung terhadap kenaikan produksi 8,4 persen sepanjang 2025.

Data capaian tersebut menempatkan Kabupaten Pinrang menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta memperkuat sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi yang berkelanjutan. (Ady)