SIDRAP, HBK – Sebuah momen bersejarah bagi rumpun keluarga besar Puang Matana – Puang Marajai akhirnya terwujud dengan sukses. Halal bihalal dan silaturrahmi pertama ini berlangsung selama tiga hari di Enrekang dan Sidrap, dengan puncaknya di Puncak Bila.
Mengusung tema “Saling Menguatkan dalam Bingkaian Kekeluargaan”, acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai penjuru Nusantara.
Beragam agenda telah disusun demi mempererat tali persaudaraan, termasuk pengenalan kampung nenek moyang di Papi, Enrekang, silaturrahmi antar keluarga, pembacaan dan penyusunan silsilah, serta berbagai perlombaan untuk anak-cucu dan cicit.
Selain itu, digelar juga lomba domino bersama warga, bakti sosial, ziarah kubur, dan silaturrahmi di Puncak Bila.
Puang Matana dan Puang Marajai merupakan keturunan dari La Baso’ Kello Dg Massangka Puang Bunu’ Arung Papi’, yang merupakan putra dari Baso Enrekang Arung Enrekang IX bin Toalala Arung/Raja Enrekang VIII.
Mereka adalah sepasang suami istri yang melahirkan 10 orang anak, salah satunya adalah Almarhum H. Abd Aziz (Aziz Jaya) Sidrap, yang merupakan kakek dari Ahmad Shalihin Halim, Owner Puncak Bila.
Ahmad Shalihin Halim mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiannya bisa berkumpul dengan keluarga besar di Puncak Bila setelah sekian lama pertemuan ini direncanakan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga besar saya di Puncak Bila ini. Setelah sekian lama direncanakan, akhirnya terlaksana dengan lancar dan sukses. Insya Allah, panjang umur, kami akan melaksanakan kembali di tahun-tahun mendatang dengan kegiatan yang lebih meriah lagi,” ujarnya.
Acara halal bihalal dan silaturrahmi pertama ini resmi ditutup di Puncak Bila dengan penuh kehangatan dan harapan untuk mempererat tali persaudaraan dalam keluarga besar Puang Matana – Puang Marajai di masa mendatang. (Arya)
Tinggalkan Balasan