BARRU,HBK Aktifitas pembersihan lahan dalam lokasi lahan sekolah rakyat mulai dilakukan pihak PT Waskita Karya pada Senin (24/11) di Desa Lawallu Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru.

Tampak dalam lokasi sejumlah alat berat beraktifitas membersihkan area serta pemasangan sejumlah patok persiapan yang disaksikan Kepala Desa Lawallu Raswady beserta warga masyarakat sekitar lokasi.

Menurut Raswady Kepala Desa Lawallu ditemui Senin (24/11) mengatakan saya sekedar melihat persiapan kegiatan yang ada disini sebab info Pemkab Barru Bupati Barru ataupun Wakil Bupati jadwalnya datang berkunjung menemui sejumlah warga pemilik lahan sore hari.

“Sehingga saya datang melihat dan menyaksikan kegiatan pendirian persiapan tenda serta bincang-bincang dengan pekerja PT Waskita Karya dilapangan.

Kendati demikian di area lokasi belum ada papan bicara namun dapat dipastikan PT Waskita Karya selaku pemenang tender nasional sekolah rakyat untuk Kabupaten Barru sementara dalam proses persiapan pekerjaan.

Sementara itu informasi yang dihimpun belum lama ini PT Waskita Karya (Persero) Tbk dipercaya mengerjakan proyek Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total nilai Rp1,23 triliun.

Proyek tersebut direncanakan dibangun di lima Daerah Kabupaten/Kita di Sulawesi Selatan, mencakup Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru. Dan dijadwalkan seluruh bangunan sekolah rampung tahun depan.

Di samping itu Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur dan PK) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan kunjungan kerja beberapa bulan lalu.

Kedatangan mereka dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi progres pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II,tim ini dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Umum dan Sosial, Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan PK, Dr. Eng. Lukijanto.

Lanjut Kepala Desa Lawallu kami disini hanya sebatas melihat lahan dan mengamati rencana pembangunan namun tidak sedikit warga kami di Desa Lawallu menginginkan dilibatkan dan diberdayakan sebagai tenaga kerja lokal oleh pihak PT Waskita Karya,

“Adanya tenaga kerja lokal di Desa Lawallu menjadi problem tersendiri bagi saya selaku Kepala Desa namun informasi yang berkembang di masyarakat Lawallu bahwa tenaga kerja lokal nantinya drekrut dari Desa tetangga yaitu Desa Siddo kendati hal ini isu yang tidak benar namun muncul keresahan dan was-was dari warga Desa Lawallu,”kunci Raswady.(Ril)