BARRU,HBK- Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum pada kegiatan Rehabilitasi dan Renovasi PHTC Sulawesi Selatan di MTSS DDI Cilellang dinilai tidak mematuhi standart K3 dalam proses pengerjaanya pada Rabu (7/1/2026).
Alasannya dalam kegiatan rehabilitasi dan renovasi bangunan yang semestinya dilengkapi APD tidak di laksanakan bahkan terkesan disepelekan.
Proyek Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Prasarana Strategis tersebut berdasarkan informasi papan bicara yang terpasang dilokasi dianggarkan senilai 14 miliar lebih dengan estimasi 8 unit bangunan sekolah yang tersebar di beberapa daerah diantaranya :

1.Mis Yapit Paranakeng 2 di Kabupaten Gowa,2.MTSS Pammase Kabupaten Gowa,3.MIS Sawakong Kabupaten Takalar,4.MTSS Nurfadillah Kabupaten Gowa 5.MTSS DDI Cilellang Kabupaten Barru,6.MTSS At Taufiq Padaelo Kabupaten Barru,7.MTSS Al Badar Bilalang Kota Parepare dan 8.MTSS Bulu-Bulu Kabupaten Jeneponto.
Kemudian berdasarkan tanggal kontrak kerja dan SPMK dikerjakan pada tanggal 24 November 2025 tahun lalu,dan dilaksanakan PT Poleonro Arta Konstruksi,kendati dalam waktu pelaksanaanya terbilang lama selama 7 bulan atau 210 hari kalender.
Sementara itu pada Rabu (7/1/2026) tampak dilapangan para pekerja bangunan terlihat dalam melaksanakan kegiatan pembangunan rehabilitasi tidak mematuhi prosedure K3.
Sedangkan aturan dalam standar pekerja bangunan mencakup aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) seperti penggunaan APD (helm, sepatu safety, sarung tangan) dan pematuhan prosedur,kompetensi teknis (keterampilan membaca gambar, teknik dasar),etika kerja (tidak minuman keras, menjaga kebersihan, disiplin), serta regulasi seperti jam kerja dan kepemilikan sertifikat kompetensi kerja (SKK) untuk profesional, memastikan pekerjaan kuat, aman, dan sesuai standar.

Pelaksana Lapangan Daeng Sarro yang ditemui (7/1/2026) di lokasi kegiatan tidak menampik hal tersebut.
“Ada pengawasnya ini pak bisa kita hubungi pak Idris.Sedangkan untuk kelengkapan K3 anggota pekerja semua di DDI MTSS Cilellang sudah ada cuma terkadang ada yang disiplin memakai ada juga yang tidak pak,”jawabnya singkat.
Sementara itu Idris Pengawas Kegiatan DDI MTSS Cilellang yang coba di konfirmasi via WhatsApp (7/1) belum merespon terkait hal ini.(Ril)



Tinggalkan Balasan