SIDRAP, HBK — Menyambut arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidenreng Rappang menghadirkan solusi humanis bagi para pelintas jalan: 12 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Program ini bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi menjadi bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat—terutama bagi para musafir yang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Di tengah padatnya arus mudik dan kelelahan perjalanan, kehadiran masjid yang bersih, nyaman, dan terbuka menjadi “oase” yang sangat dibutuhkan. Para pemudik tidak hanya dapat menunaikan salat, tetapi juga beristirahat, membersihkan diri, hingga memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Kepala Kantor Kemenag Sidrap, Fitriadi, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pemudik.
“Masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga rumah bagi para musafir. Kami ingin menghadirkan masjid yang terbuka, nyaman, dan siap menyambut para pemudik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan selama perjalanan mudik.
“Kami mengajak para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas ini. Istirahat sejenak, tunaikan ibadah, lalu lanjutkan perjalanan dalam kondisi lebih segar dan aman,” tambahnya.
Sebaran 12 Masjid Ramah Pemudik di Sidrap
Untuk memudahkan akses, masjid-masjid tersebut tersebar merata di berbagai kecamatan, yakni:
- Masjid Islamic Center – Jl. Jenderal Sudirman, Pangkajene
- Masjid Nurul Mustaqim – Lakessi, Pangkajene
- Masjid Babul Jamaah – Jl. Jenderal Sudirman, Watang Pulu
- Masjid Suhada 45 – Uluale, Kecamatan Watang Pulu
- Masjid Nurul Ihsan – Manisa, Kecamatan Baranti
- Masjid Nurul Iman – Maccorawalie, Kecamatan Panca Rijang
- Masjid Thoif – Mario, Kecamatan Kulo
- Masjid Nurul Islam – Empagee, Kecamatan Watang Sidenreng
- Masjid An-Nur – Lancirang, Kecamatan Pitu Riawa
- Masjid Raudhatul Jannah – Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue
- Masjid Ar-Raudah – Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe
- Masjid Baiturrahmah – Corowali, Kecamatan Panca Lautang
Dengan sebaran ini, para pemudik diharapkan lebih mudah menemukan tempat singgah yang layak tanpa harus keluar jauh dari jalur utama.
Masjid Bertransformasi Jadi Pusat Layanan
Momentum mudik Lebaran menjadi bukti bahwa fungsi masjid terus berkembang. Tidak lagi hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Program Masjid Ramah Pemudik di Sidrap menjadi contoh konkret bagaimana fasilitas keagamaan dapat berperan langsung dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Di tengah perjalanan panjang dan padatnya arus kendaraan, keberadaan masjid-masjid ini bukan sekadar persinggahan—melainkan bagian dari ikhtiar bersama menghadirkan mudik yang lebih manusiawi, aman, dan penuh keberkahan. (Arya)









Tinggalkan Balasan