BARRU,HBK – Mega Proyek PT Waskita Karya berupa Pembangunan Sekolah Rakyat senilai 240 Miliar di Desa Lawallu Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru menjadi perhatian serius sejumlah pihak termasuk pengurus BUMDES Lawallu.
“Sejak di buka kegiatan PT Waskita Karya beberapa waktu lalu kami masih jadi penonton di Desa sendiri,padahal BUMDES Lawallu siap bekerja dan bekerjasama dengan pelaksana kegiatan PT Waskita Karya,”ungkap M Rahmat selaku Ketua Badan Usaha Milik Desa Lawallu pada Senin (26/1/2026) di rumahnya.
“Kalo mau jujur banyak hal yang bisa kami lakukan pada kegiatan tersebut,sebab BUMDES juga berorientasi profit untuk kepentingan masyarakat dan Pemdes Lawallu,”terangnya.
“Yang jadi pertanyaan disini ketika kita hendak berkolaborasi dengan memasukkan penawaran ke perusahaan pelaksana kegiatan,namun sepertinya masih ada tembok yang tidak bisa kami tembus sebab beberapa bulan lalu penawaran BUMDES masuk sampai sekarang tidak ada respon sehingga kami sekarang jadi penonton saja,”ujarnya.

“Padahal BUMDES Lawallu sangat siap dan punya legalitas segala bentuk dokumen kelengkapan guna kerjasama seperti suplai material lokal dan bahan bangunan lainnya,dan masih banyak hal lain yang bisa kami lakukan,”jelasnya.
“Kami melihat situasi dan kondisi pelaksana dan kami juga pahami bahwa perusahaan nasional BUMN seperti itu tentu punya mekanisme,tapi minimal BUMdes Lawallu dapat diberdayakan agar punya kegiatan dan mendapat nilai dari kegiatan pembangunan sekolah rakyat tersebut,”tutup Rahmat.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan Pimpinan Kegiatan Pembangunan Sekolah Rakyat PT Waskita Karya di Desa Lawallu yang coba di konfirmasi terkait hal ini (26//1/2026) belum berhasil ditemui.
(Ril)




Tinggalkan Balasan