BONE, HBK — Upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus digalakkan dari berbagai lini.
Salah satunya datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin. Pada Jumat, 25 Juli 2025, mereka menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di Desa Latellang, Kabupaten Bone.
Kegiatan edukatif ini diprakarsai oleh Ananda Athiah Nur Aisyah, salah satu peserta KKN-T 114, sebagai bagian dari program kerja bertema pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan literasi kesehatan dan kesadaran hukum.
Fokus utamanya adalah edukasi dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pemuda desa.
Sosialisasi ini diikuti dengan antusias oleh pelajar SMP, pemuda desa, tokoh masyarakat, dan perangkat desa setempat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Latellang, Dra. Hj. Hasnawati, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena edukasi seperti ini penting agar generasi muda kita tidak terjerumus ke dalam lingkaran gelap narkoba,” ujar Hj. Hasnawati.
Dalam penyampaian materinya, Athiah memaparkan secara gamblang berbagai jenis narkotika yang umum beredar di lingkungan masyarakat, mulai dari yang berbentuk tablet, serbuk, cairan, hingga zat adiktif sintetis seperti tembakau gorila dan sabu-sabu.
Ia juga menjelaskan dampak negatif yang ditimbulkan, baik secara fisik, mental, maupun sosial.
“Narkoba bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan masa depan seseorang. Tak sedikit remaja yang kehilangan arah, pendidikan, bahkan nyawa karena terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif,” jelasnya.
Tak hanya aspek kesehatan, Athiah juga menyoroti sisi hukum. Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur sanksi tegas bagi pengguna maupun pengedar, dengan ancaman hukuman mulai dari rehabilitasi hingga pidana penjara seumur hidup bahkan hukuman mati, tergantung tingkat pelanggarannya.
Sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar narkoba, menunjukkan tingginya rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap isu tersebut.
Beberapa remaja juga mengaku baru memahami bahwa penggunaan narkoba dalam bentuk apa pun, termasuk yang dianggap ringan seperti obat penenang tanpa resep, bisa berdampak fatal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari semangat Universitas Hasanuddin dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap problem sosial.
Melalui program KKN-T, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menyampaikan teori di kelas, tapi benar-benar hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata,” ujar Athiah menutup kegiatan. (Arya/*)









Tinggalkan Balasan