SIDRAP, HBK — Pencapaian baru yang membanggakan ditorehkan Pemerintah Kabupaten Sidrap selama setahun terakhir di masa awal Kepemimpinan Bupati H.Syaharuddin Alrif duet Wakil Bupati Nurkanaah.
Pada akhir September 2025, Sidrap berhasil mencatat persentase penduduk miskin sebesar 4,91 persen, menjadikannya salah satu kabupaten dengan angka kemiskinan terendah di Provinsi Sulawesi Selatan dari total 23 kabupaten/kota.
Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dibanding Kota Makassar (4,43%) dan Kota Parepare (4,44%), namun berada jauh di bawah rata-rata provinsi.
Keberhasilan ini diumumkan menyusul publikasi resmi data BPS Sulsel yang menunjukkan tren penurunan kemiskinan provinsi secara keseluruhan serta disparitas yang mulai menyempit antara kawasan perkotaan dan pedesaan.
Secara total, angka kemiskinan Sulawesi Selatan pada September 2025 tercatat sebesar 7,43 persen, level terendah dalam enam tahun terakhir.
Berdasarkan data BPS yang dirangkum hingga akhir 2025, berikut ini persentase kemiskinan di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan:
| Kabupaten/Kota | Tingkat Kemiskinan (%) |
|---|---|
| Kota Makassar | 4,43 |
| Kota Parepare | 4,44 |
| Kabupaten Sidrap | 4,91 |
| Kabupaten Luwu Timur | 5,79 |
| Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) | 4,91 |
| Kabupaten Toraja Utara | 10,05 |
| Kabupaten Tana Toraja | 10,54 |
| Kabupaten Kepulauan Selayar | 10,61 |
| Kabupaten Luwu Utara | 10,74 |
| Kabupaten Enrekang | 10,73 |
| Kabupaten Luwu | 10,97 |
| Kabupaten Jeneponto | 11,42 |
| Kabupaten Pangkajene & Kepulauan (Pangkep) | 11,60 |
| (dan lainnya yang berada di atas rata-rata provinsi) |
Data ini menunjukkan adanya kesenjangan regional yang masih harus dikejar, terutama di kabupaten yang masuk kategori tinggi (10%), namun Sidrap menonjol sebagai salah satu wilayah dengan kinerja terbaik dalam pengentasan kemiskinan.

Strategi Sidrap: Mengentaskan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Pertanian
Keberhasilan menekan angka kemiskinan di Sidrap tidak terjadi secara kebetulan.
Sejak setahun terakhir, Pemkab Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif merancang dan menjalankan sejumlah strategi pembangunan yang kuat pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian.
Dalam wawancara eksklusif kepada wartawan pada 9 Februari 2026, Bupati Syaharuddin menyatakan rasa syukur atas prestasi ini:
“Alhamdulillah ini capaian yang tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak,” ujar Syaharuddin dengan semangat optimis.
Beberapa pilar kebijakan yang dijalankan antara lain:
1. Pemberdayaan Petani Muda
Syaharuddin bertekad untuk mengubah stigma pertanian di kalangan generasi muda. Ia memotivasi anak muda untuk kembali ke sektor pertanian dengan pendekatan modern dan prospektif.
“Kita ingin mengajak generasi muda serius berkonsentrasi ke pertanian. Saya buktikan di Sidrap bahwa pendapatan petani bisa mencapai Rp10 juta per bulan,” kata Bupati.
Menurutnya, produktivitas pertanian di Sidrap menunjukkan hasil nyata, dengan potensi lahan sawah mencapai puluhan ribu hektare yang dapat ditingkatkan produksinya melalui teknologi dan manajemen yang tepat.
2. Intensifikasi Produksi dan Diversifikasi Tanaman
Pemkab membantu petani untuk meningkatkan produktivitas lewat:
- Fasilitasi distribusi pupuk subsidi tepat waktu.
- Penyediaan sarana irigasi yang lebih merata.
- Pelatihan teknik budidaya modern.
- Dukungan akses pasar untuk hasil panen.
Program ini bertujuan agar setiap petani bisa panen 3 kali setahun, sehingga potensi pendapatan per hektar bisa mencapai Rp40 juta bersih per panen — faktor penting dalam mendorong daya beli dan menurunkan kemiskinan.
Kolaborasi Lintas Sektor: Kunci Keberlanjutan Pembangunan
Keberhasilan Sidrap tak hanya hasil kerja pemerintah daerah semata, tetapi juga kolaborasi dengan:
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam program pembangunan infrastruktur dan sosial ekonomi.
- Kementerian Pertanian yang menantang Sidrap untuk mencapai tiga kali tanam setahun.
- Peran aktif masyarakat, kelompok tani, serta sektor swasta yang terlibat dalam rantai nilai agribisnis.
Gubernur Sulawesi Selatan, dalam rilis BPS, menyatakan bahwa penurunan angka kemiskinan secara provinsi merupakan buah dari kolaborasi kebijakan yang terarah dan kerja keras bersama seluruh pemangku kepentingan.
Tantangan ke Depan: Menyempurnakan Kinerja Pembangunan
Meski Sidrap menunjukkan prestasi yang patut dicontoh, tantangan masih ada, seperti:
- Menurunkan kesenjangan antar wilayah di Sulsel.
- Meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan kerja bagi generasi muda.
- Mendorong inovasi agrikultur dan hilirisasi komoditas lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Keberhasilan Kabupaten Sidrap dalam menekan angka kemiskinan menjadi contoh nyata bahwa kebijakan pembangunan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan sektor produktif dapat menghasilkan dampak sosial ekonomi yang signifikan.
Dengan komitmen kepemimpinan, kolaborasi lintas sektor, dan dukungan penuh masyarakat, Sidrap membawa harapan baru bagi masa depan Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera. (H.Ady)




Tinggalkan Balasan