SIDRAP, HBK – Dua buah granat tangan jenis nanas peninggalan masa penjajahan ditemukan tersimpan rapi di rumah peninggalan salah satu pejuang kemerdekaan di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menggemparkan warga Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, pada Minggu (1/6/2025), sekitar pukul 15.00 WITA.

Granat aktif tersebut ditemukan oleh Muhammad Ikbal (22) cucu sang pemilik granat nanas tersebut, saat sedang memperbaiki atap rumah tradisional Saoraja Mannagae, milik mendiang Sersan Mayor (Serma) Purnawirawan TNI Kanto alias Karaeng Patiroi.

Di sudut loteng, Ikbal menemukan helm baja dan sebuah peti kayu tua yang menyimpan dua granat nanas serta perlengkapan militer lainnya.

Kapolres Sidrap, AKBP Dr Fantry Taherong SH SIK MH, dan Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf. Awaloeddin, turun langsung ke lokasi dan memimpin proses evakuasi bahan peledak berbahaya itu pada Senin (2/6/2025).

“Penanganan dilakukan secara profesional dengan mengutamakan keselamatan warga sekitar. Hari ini, granat akan langsung dimusnahkan di lapangan tembak milik Kodim 1420 di Bilokka, Kecamatan Panca Lautang,” ujar Kapolres.

Pemusnahan akan dilakukan oleh tim penjinak bahan peledak (Jihandak) dengan pengamanan dan prosedur berstandar tinggi untuk mencegah risiko ledakan.

Barang-barang yang ditemukan dalam peti antara lain:

  • 2 buah granat tangan jenis nanas
  • 2 helm baja
  • 1 ransel kecil
  • 1 pilbek
  • 1 penyelesak
  • 4 magaseng senjata standar
  • 2 sarung magaseng
  • 1 kotak amunisi

Putri almarhum, Hj. Andi Cahya (65), membenarkan bahwa barang-barang tersebut milik ayahnya yang pensiun dari TNI pada 1972 dan wafat pada 2022 lalu.

“Sekitar tahun 90-an saya pernah melihat granat itu. Tapi saya kira sudah tidak aktif. Kami simpan karena dianggap bagian dari kenangan beliau,” ujarnya.

Serma Kanto dikenal luas sebagai tokoh pejuang kemerdekaan asal Sidrap dan sahabat seperjuangan dari tokoh lokal, Usman Balo. Penemuan ini menjadi pengingat sejarah panjang perjuangan kemerdekaan di wilayah Sulawesi Selatan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan benda-benda mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan peninggalan militer, guna mencegah potensi bahaya yang tidak diinginkan.

Situasi di sekitar lokasi penemuan saat ini dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. (Arya)