ENREKANG, HBK  — Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., memimpin apel pagi jam pimpinan sebagai agenda pembuka tugas di awal Tahun 2026.

Apel berlangsung di Lapangan Mapolres Enrekang dan diikuti seluruh personel, termasuk para Kapolsek dan jajaran Pejabat Utama, Senin (12/01/2026).

Melalui Si Humas, dijelaskan bahwa apel awal tahun ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, memperkuat soliditas internal, serta menegaskan kembali komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas).

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan apresiasi atas kehadiran lengkap seluruh personel.

“Kehadiran penuh ini mencerminkan kesiapan, kedisiplinan, dan soliditas kita sebagai satu kesatuan,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Ia menegaskan bahwa memasuki Tahun 2026, Polri harus semakin hadir di tengah masyarakat dengan tetap menjunjung profesionalisme, sikap humanis, dan tanggung jawab moral sebagai aparatur negara.

Menurutnya, dinamika tugas kepolisian ke depan semakin kompleks seiring perkembangan sosial, teknologi, dan ekspektasi publik.

Kapolres mengajak seluruh personel menata kembali pola pikir, memperkuat komitmen, dan meningkatkan kualitas kinerja, baik dalam tugas operasional maupun pelayanan.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan arahan Kapolda Sulawesi Selatan yang memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Lilin selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang berjalan aman dan tertib.

Sikap Netralitas Polri dalam Isu Pertambangan Emas

Menanggapi isu pertambangan emas yang mencuat di Kabupaten Enrekang, Kapolres menegaskan pentingnya menjaga netralitas Polri. Langkah-langkah preventif dan persuasif harus dikedepankan agar dinamika tersebut tidak memicu konflik maupun keresahan masyarakat.

Disiplin, Etika, dan Komunikasi Efektif

Kapolres kembali mengingatkan agar tidak ada lagi anggota yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik.

“Jika tidak bisa berprestasi, setidaknya jangan membuat pelanggaran. Setiap ucapan dan tindakan kita selalu menjadi sorotan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rencana penerapan tradisi penyambutan bagi personel baru sebagai bentuk penghargaan dan simbol bahwa Polres Enrekang adalah tempat pengabdian yang harus dijaga martabatnya.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan prinsip SOLID dalam Commander Wish SETIA: satu barisan, satu perkataan, dan satu perbuatan. Ia menegaskan pentingnya komunikasi terbuka, baik secara internal maupun lintas sektoral.

“Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kekuatan kerja tim. Tidak ada keberhasilan individu tanpa dukungan tim.”

Kapolres juga memberikan pesan moral sebagai pedoman personel:

“Jadilah tajam tanpa melukai, cepat tanpa mendahului, dan pintar tanpa menggurui.”

Ia menambahkan bahwa etika dan sopan santun merupakan fondasi utama membangun lingkungan kerja yang sehat dan berintegritas.

Pengawasan Melekat dan Peran Senior

Para pimpinan di semua level diminta melaksanakan pengawasan melekat secara konsisten. Para senior juga didorong untuk membuka ruang pembelajaran bagi junior, menularkan pengalaman, dan membangun kepercayaan diri serta loyalitas.

Kapolres mengingatkan agar tidak bersikap individualis, melainkan membangun sinergi yang kuat antar fungsi dan antar instansi.

Penutup: Pemimpin Harus Hadir untuk Anggotanya

Sebelum menutup arahan, Kapolres menyampaikan prinsip kepemimpinan yang ia pegang:

“Tidak ada anggota yang salah, melainkan pimpinan yang belum sepenuhnya membimbing.”

Ia mengajak seluruh jajaran saling menjaga dan saling menguatkan dalam setiap tantangan tugas.

“Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Profesional, tulus, dan tanpa pamrih. Itulah wujud nyata Polri untuk masyarakat.” (Abbas)