ENREKANG, HBK – Menanggapi isu yang beredar terkait perkelahian yang terjadi pada Minggu malam (10/11/2024) di Kelurahan Galonta, Kabupaten Enrekang.
Pihak-pihak bertikai ingin mengklarifikasi bahwa insiden tersebut murni merupakan persoalan pribadi antara kedua belah pihak yang terlibat.
Insiden ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan dukungan terhadap pasangan calon (paslon) mana pun dalam Pilkada Enrekang yang sedang berlangsung.
Fakta Kejadian: Pada malam itu, terjadi perkelahian antara dua individu di Kelurahan Galonta.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa perselisihan tersebut tidak melibatkan atau berkaitan dengan dukungan politik terhadap salah satu paslon yang berkompetisi dalam Pilkada Kabupaten Enrekang.
Yusri, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian, menegaskan bahwa konflik ini hanyalah masalah pribadi kedua belah pihak.
“Kami, sebagai warga Galonta, sangat menyayangkan beredarnya informasi tidak benar yang mengaitkan insiden ini dengan dukungan politik. Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Enrekang untuk tidak terprovokasi oleh berita-berita tidak berdasar yang beredar di media sosial,” ujar Yusri.
Pentingnya Menjaga Kondusivitas Pilkada: Secara terpisah, Misbahuddin, seorang tokoh muda Enrekang, menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif selama proses Pilkada.
“Pilkada adalah momen demokrasi yang harus berjalan aman, damai, dan tertib. Saya mengajak semua warga, terutama para pendukung paslon, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan. Penyebaran informasi tidak benar atau bernuansa provokatif hanya akan menciptakan konflik yang tidak perlu,” ungkap Misbahuddin.
Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan berita yang diterima berasal dari sumber yang kredibel dan telah diverifikasi kebenarannya.
Penyebaran hoaks atau provokasi di media sosial hanya akan merugikan semua pihak dan mencederai semangat demokrasi yang kita junjung.
Sebagai warga yang peduli akan masa depan Kabupaten Enrekang, mari kita bersama-sama menjaga agar Pilkada ini berjalan aman dan tertib.
Mencampuradukkan persoalan pribadi dengan urusan Pilkada berpotensi menimbulkan kesalahpahaman luas di masyarakat.
Untuk itu, kami tegaskan kembali bahwa insiden perkelahian di Kelurahan Galonta adalah murni masalah pribadi antara dua pihak yang terlibat, tanpa kaitan dengan dukungan politik terhadap paslon mana pun.
“Kami menyayangkan adanya pihak yang justru mempolitisasi insiden ini. Harapan kami, klarifikasi ini dapat mengurangi kesalahpahaman yang beredar di tengah masyarakat. Jadi jaga Enrekang Tetap Damai, Wujudkan Pilkada yang Demokratis dan Aman,”tandasnya. (Egi)





Tinggalkan Balasan