SIDRAP, HBK — Perum Bulog Sidrap bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, TNI, dan Polri menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah fasilitas umum, seperti Pasar Pangkajene dan Pasar Rappang, Kabupaten Sidrap.

Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. Kepala Bulog Sidrap, Simon Melkisedek Lakapu, turun langsung memantau pelaksanaan GPM dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

“GPM ini adalah bentuk kehadiran nyata pemerintah untuk memastikan akses pangan tetap terjangkau bagi masyarakat. Kami ingin memastikan tidak terjadi panic buying, karena stok bahan pokok di Sidrap insyaallah aman,” ujar Simon.

Ia menambahkan, program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk memangkas rantai distribusi pangan sehingga harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasar.

“Gerakan Pangan Murah bukan untuk menggantikan fungsi pasar, melainkan menjadi penyeimbang harga. Program ini akan terus digelar secara rutin di seluruh kecamatan di Kabupaten Sidrap,” tambahnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme warga memanfaatkan GPM. Kendati demikian, pembelian dilakukan secara tertib dan dibatasi maksimal dua kemasan beras ukuran 5 kilogram per konsumen, guna mencegah penimbunan.

“Masyarakat membeli sesuai kebutuhan. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap pemerintah bahwa stok aman dan harga stabil,” jelas Simon.

Program ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sidrap melalui penguatan ketahanan pangan dan pemerataan akses gizi.

Sejumlah manfaat dari GPM di antaranya menjaga stabilitas harga, memberi akses pangan terjangkau, mencegah inflasi, memotong rantai distribusi yang panjang, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Diketahui, pelaksanaan GPM telah berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, dan akan terus berlanjut menyasar pasar-pasar rakyat di wilayah Kabupaten Sidrap. (Arya)