SIDRAP, HBK — Kinerja ekonomi Kabupaten Sidenreng Rappang terus menunjukkan tren impresif sepanjang satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, sejak dilantik Januari 2025 hingga Februari 2026.
Data resmi Badan Pusat Statistik mencatat laju pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 7,71 persen pada 2025, tertinggi dalam delapan tahun terakhir dan menempatkan Sidrap sebagai daerah dengan pertumbuhan tercepat di Sulawesi Selatan. 
Lonjakan Ekonomi dalam Satu Tahun Pemerintahan
Perjalanan ekonomi Sidrap dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif sebelum akhirnya melonjak tajam pada 2025.
Setelah sempat terkontraksi pada 2020 sebesar −0,59 persen akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi berangsur pulih: 5,54 persen (2021), 4,86 persen (2022), turun ke 3,28 persen (2023), naik ke 4,05 persen (2024), lalu melesat menjadi 7,71 persen pada 2025.
Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa akselerasi ekonomi terjadi dalam tahun pertama kepemimpinan baru, sekaligus menandai fase ekspansi yang belum pernah dicapai sejak 2017. 
Peringkat Regional Sulawesi
Secara regional kawasan Pulau Sulawesi, capaian Sidrap juga tergolong sangat kompetitif.
Berdasarkan perbandingan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di seluruh Sulawesi tahun 2025, posisi Sidrap berada di jajaran elite lima besar:
- Morowali Utara — 19,97%
- Morowali — 10,81%
- Konawe — 10,48%
- Pasangkayu — 10,32%
- Sidrap — 7,71%
Meski berada di posisi kelima, Sidrap menjadi satu-satunya daerah dari Sulawesi Selatan yang masuk lima besar regional, memperlihatkan daya dorong ekonomi yang lebih cepat dibanding banyak wilayah lain di pulau ini. 
Struktur Ekonomi: Pertanian Tetap Jadi Penopang
Struktur ekonomi Sidrap masih ditopang sektor primer, terutama pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi 30,21 persen terhadap PDRB dan tumbuh 10,7 persen.
Sektor besar lain meliputi:
- Konstruksi — 15,63%
- Industri pengolahan — 15,56% (tumbuh 11,58%)
- Perdagangan besar dan eceran — 10,44%
Pertumbuhan tinggi industri pengolahan dan jasa menunjukkan transformasi ekonomi mulai terjadi, dari dominasi sektor primer menuju diversifikasi sektor produktif. 
Indikator Pergerakan Ekonomi Masyarakat
Beberapa sektor dengan pertumbuhan paling cepat mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat:
- Akomodasi & makan minum — 12,42%
- Jasa lainnya — 11,66%
- Industri pengolahan — 11,58%
- Transportasi & pergudangan — 6,95%
Kenaikan sektor konsumsi dan mobilitas ini menandakan daya beli masyarakat meningkat serta aktivitas perdagangan lokal semakin hidup. 
Analisis Dampak Kepemimpinan Tahun Pertama
Capaian pertumbuhan 7,71 persen dalam tahun pertama pemerintahan menunjukkan indikasi bahwa kebijakan pembangunan, stabilitas daerah, serta penguatan sektor basis berjalan efektif. Faktor yang diduga berperan antara lain:
- percepatan proyek konstruksi dan infrastruktur,
- peningkatan produktivitas pertanian,
- penguatan UMKM dan perdagangan,
- serta membaiknya mobilitas ekonomi pascapemulihan global.
Dalam satu tahun masa kepemimpinan, Sidrap berhasil mencatat lompatan ekonomi signifikan dan menempatkan diri sebagai daerah dengan pertumbuhan tercepat di Sulawesi Selatan serta masuk lima besar regional Sulawesi.
Jika tren ini mampu dipertahankan dengan strategi pembangunan berkelanjutan, Sidrap berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. (Arya)









Tinggalkan Balasan