SIDRAP, HBK – Kerja keras tidak mengkhianati hasil. Itulah kepastian jajaran SatReskrim Polres Sidrap berhasil mengungkap teka teki Misteri kematian Muh Irwan Ghazali alias Wawan (40).

Kasus pembunuhan sadis ini akhirnya Done. Boleh dikata arwah Wawan akhirnya bisa tenang, terutama pihak keluarga besar korban kini bisa tidur nyenyak.

Hal itu setelah polisi terus bekerja keras siang malam melakukan penyelidikan intensif selama sepekan. Dan akhirnya tim Satuan Reskrim Polres Sidrap yang dijuluki Pasukan Papa Jarang Pulang (PJP) berhasil mengungkap pelaku di balik pembunuhan sadis tersebut.

Pelaku berinisial ADK (20 tahun), yang merupakan mantan anak buah korban di sebuah grup musik gambus, berhasil ditangkap pada Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 17.30 WITA.

ADK ditangkap di rumah neneknya di Salodua, Kecamatan Maiwa, Enrekang, setelah 10 hari bersembunyi.

Ia sempat dihadiahi timah karena mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Motif Pembunuhan: Dendam Akibat Gaji Tak Dibayar

Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku nekat menghabisi korban karena kesal terhadap korban yang tak kunjung membayar utangnya sebesar Rp1,5 juta.

Uang dari gajinya sebagai tehnisi musik gambus tersebut sangat dibutuhkan pelaku untuk biaya pengobatan ibunya yang sedang sakit.

Menurut pengakuan pelaku, ia sudah beberapa kali menagih utang tersebut, namun korban selalu berjanji tanpa memberikan kepastian.

Hingga puncaknya, pada Minggu (16/3/2025) sekitar pukul 18.45 WITA, saat kembali menagih di rumah korban di Jalan A.P. Pettarani, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, emosi pelaku memuncak dan menyerang korban secara brutal.

Pelaku datang kerumah korban setelah meminjam motor rekannya di Manisa. Saat tiba dirumah korban, tanpa bertanya pelaku langsung menebas korban dan menendang hingga korban tersungkur jatuh bersamaan motor korban, terkesan tak memberikan ampun, pelaku kemudian terus menyerang dan menebas korban berkali-kali.

Sadar dengan perbuatannya, pelaku kabur meninggalkan korban yang sudah sekarat, bahkan pelaku sempat mencuci parang dan tangan yang berlumuran darah.

Sementara Kondisi Korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya mengalami luka tebas menganga di leher, bahu, dan tangan, diduga akibat serangan senjata tajam.

Ibunya, Hj. St. Maryam (60), menemukan putranya sudah tergeletak bersimbah darah di dalam rumah. Meski sempat dibawa ke RS Nene Mallomo, nyawa korban tidak tertolong.

Polisi Bantah Dugaan Perampokan

Sempat beredar spekulasi bahwa pembunuhan ini bermotif perampokan, namun polisi memastikan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban.

“Kejadian ini bukan perampokan yang berujung kekerasan. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda pencurian. Kami masih mendalami motif dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujar Kasatreskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto, SIK.

Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, SH, SIK, MH, bersama tim kepolisian, telah melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Berangkat beberapa alat bukti dan berdasarkan petunjuk CCTV, perlahan namun pasti ciri-ciri pelaku akhirnya terkuak..

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap kemungkinan adanya motif lain. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi, serta segera melaporkan jika memiliki informasi tambahan terkait kasus ini. (*)