SIDRAP, HBK — Sejak resmi beroperasi beberapa bulan lalu, kehadiran Pertashop Teppo yang dikelola oleh CV Ritel Najid Mandiri mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan masyarakat.
Warga Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, khususnya para ibu rumah tangga, menilai kehadiran usaha mikro ini bukan hanya sah secara hukum, tapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah maraknya pemberitaan negatif yang sempat berhembus, justru suara warga lokal berbicara sebaliknya: Pertashop ini hadir sebagai solusi, bukan masalah.
Emak-Emak: “Kami Tak Perlu Lagi Pergi Jauh!”
Risna, seorang ibu rumah tangga asal Desa Teppo, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Pertashop. “Kalau dulu kami harus naik motor ke luar kampung cari bensin atau kebutuhan pokok, sekarang semua sudah ada di dekat rumah. Alhamdulillah, sangat membantu sekali,” ujarnya penuh syukur.
Senada dengan itu, Rani, warga lainnya, menyebut bahwa Pertashop ini menjadi pelengkap kebutuhan rumah tangga yang dulunya sulit dijangkau. “Sekarang kami bisa beli bensin, air galon, bahkan kebutuhan harian lainnya tanpa keluar desa. Bagi kami para ibu rumah tangga, ini sangat memudahkan,” ucapnya.
Wa Upe: “Lebih Hemat Waktu, Lebih Nyaman”
Salah satu masyarakat setempat, Wa Laupe, menambahkan bahwa keberadaan Pertashop membuat warga tak perlu lagi menghabiskan waktu dan biaya untuk bepergian jauh.
“Apalagi kalau malam atau hujan, dulunya kami bingung cari bensin. Sekarang tinggal jalan kaki ke Pertashop. Lengkap dan nyaman,” katanya.
Warga Pria dan Generasi Muda Ikut Mendukung
Tak hanya kalangan perempuan, Bapak Abdullah, warga setempat, juga menyampaikan apresiasi.
“Kami sangat bersyukur ada Pertashop di sini. Banyak warga sekitar terbantu, baik dari sisi kebutuhan BBM maupun akses ekonomi lainnya. Ini jelas membawa dampak positif bagi warga Desa Teppo,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari kalangan remaja. Sekelompok remaja perempuan di sekitar lokasi Pertashop mengaku kerap berbelanja kebutuhan kecil seperti minuman, snack, hingga membeli bensin untuk keperluan sekolah.
“Lebih hemat dan aman. Nggak perlu lagi ke kota hanya untuk isi bensin atau beli keperluan kecil,” ujar mereka kompak.
Efek Ekonomi dan Sosial yang Langsung Terasa
Sejak dilaunching, Pertashop ini tidak hanya memberi akses BBM yang aman dan resmi, tapi juga menciptakan efek ekonomi mikro yang nyata.
Warga bisa membuka lapak kecil di sekitar lokasi, ojek lokal bertambah giat, dan ibu-ibu rumah tangga lebih tenang karena tidak lagi was-was kehabisan bahan bakar.
Pemilik Pertashop, Ahmad Maulana Ibrahim, S.T., menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan warga. “Kehadiran usaha ini memang kami rancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa, bukan sekadar bisnis. Karena itu kami senang jika keberadaannya dirasakan manfaatnya langsung oleh warga,” ujarnya.
Kesimpulan: Diserang Isu, Didukung Warga
Di balik polemik dan isu tak berdasar yang mencoba menggoyang keberadaan Pertashop Teppo, suara mayoritas masyarakat menjadi bukti nyata bahwa usaha mikro ini memberi solusi, bukan menimbulkan konflik.
Apalagi, kehadiran Pertashop juga sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong pemerataan akses energi hingga ke pelosok desa.
“Pertashop Teppo bukan sekadar tempat isi bensin—ini tempat harapan baru bagi masyarakat desa,” tutup Ibu Rani penuh makna. (Arya)
Tinggalkan Balasan