SIDRAP, HBK — Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmennya menjadikan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “Sidrap Berkah” — Kabupaten yang religius, berakhlak, dan sejahtera.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Syaharuddin saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V Nahdlatul Ulama Kabupaten Sidrap, yang digelar pada 1–2 November 2025 di Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa, Benteng.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran NU Sidrap atas kiprah dan kontribusinya dalam membangun kehidupan keagamaan serta sosial kemasyarakatan di daerah.

“Kalau bukan karena keikhlasan dan ketulusan mendukung NU serta pesantren-pesantren di Sidrap, mungkin saya tidak akan hadir. Tapi karena cinta dan komitmen, saya datang walau dengan waktu istirahat terbatas,” ujar Syaharuddin disambut aplaus hadirin.

Menurutnya, peran NU di Sidrap sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat pendidikan keagamaan, dan menanamkan nilai-nilai Islam moderat di tengah masyarakat. Karena itu, ia mendorong NU menjadi mitra aktif pemerintah dalam berbagai program pembangunan, khususnya di bidang keumatan.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Ulama dan umara harus bersatu. Kalau keduanya bersatu, maka keberkahan akan turun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pemerintahan selama delapan bulan masa jabatannya. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap menunjukkan tren positif, tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan, serta capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi di provinsi tersebut.

“Semua ini berkat kerja bersama dan doa para ulama. Karena itu, kami terus mendorong agar program pembangunan di Sidrap berorientasi pada keberkahan,” tambahnya.

Syaharuddin juga mengajak seluruh organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah untuk bersinergi mendukung gerakan “Sidrap Berkah”, program prioritas pemerintah daerah yang menekankan pentingnya salat berjamaah di masjid serta penguatan nilai-nilai religius di masyarakat.

“Insyaallah, dengan dukungan para ulama dan ormas Islam, kita wujudkan Sidrap yang religius, berakhlak, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Sidrap, Muh Yusuf, S.Sos, memaparkan sejumlah capaian organisasi, di antaranya pengadaan empat mobil layanan umat, pengelolaan tanah wakaf untuk kantor PCNU dan Istana Ahlul Qur’an, serta pembentukan 106 ranting NU di seluruh desa.

Sebagai penutup, panitia meluncurkan Kalender NU Tahun 2026 dan menyerahkan paket bantuan sosial kepada pengurus masjid.

Kegiatan Konfercab V NU Sidrap ini menjadi momentum penting memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menegaskan sinergi antara NU dan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam membangun daerah yang religius, berkemajuan, dan penuh keberkahan. (Arya)