PINRANG, HBK — Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, S.Sos, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pesta Panen dan Syukuran yang digelar oleh masyarakat Desa Tanra Tuo, Kamis (8/5), di Lapangan Janggo Kalikking, Kecamatan Cempa.
Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah pada musim tanam kali ini, sekaligus menjadi momentum pelestarian budaya lokal dan penguatan solidaritas masyarakat desa.
Acara diawali dengan prosesi penyambutan secara adat melalui tarian Padduppa, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan budaya khas Bugis seperti Mappadendang dan Mattojang — simbol rasa syukur, kegembiraan, dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Tanra Tuo, Andi Asrul, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil panen warganya cukup menggembirakan, dengan produktivitas mencapai 7 hingga 9 ton per hektare.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa syukur atas pencapaian masyarakat Tanra Tuo. Ia menekankan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras petani, sinergi masyarakat, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah yang terus mendorong kemajuan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas hasil panen yang sangat memuaskan ini. Ini adalah wujud nyata dari semangat kerja keras dan kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Pinrang,” ujar Bupati Irwan.
Pada kesempatan itu, Bupati Irwan juga menyerahkan bantuan pertanian kepada sejumlah kelompok tani sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda Pinrang, sejumlah Kepala OPD, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pinrang Andi Ichsan Aswad Putra Irwan, Camat Cempa beserta Forkopimca, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Cempa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Tanra Tuo yang memadati lokasi kegiatan.
Pesta panen ini tidak hanya menjadi ajang syukuran atas keberhasilan pertanian, tetapi juga mempererat nilai-nilai gotong royong dan memperkuat identitas budaya masyarakat pedesaan. (Jaya)









Tinggalkan Balasan