SIDRAP, HBK – Bank Syariah Indonesia wilayah Sulawesi Selatan terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia pendidikan. Kali ini, BSI melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Selasa (31/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat tersebut diterima langsung oleh Rektor UMS Rappang, Jamaluddin Ahmad. Turut hadir Wakil Rektor I, M. Rais Rahmat Razak, serta Kabiro Keuangan Harianto.
Rombongan BSI Sulsel dipimpin oleh Syafrie Mukhlis selaku Regional Commercial Business Manager RCB Makassar. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menandai awal penjajakan kerja sama strategis antara kedua institusi.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kolaborasi di bidang layanan perbankan syariah guna mendukung aktivitas akademik serta pengembangan kampus.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa bersilaturahmi langsung dengan pimpinan universitas. Kami berharap kerja sama, kolaborasi, dan sinergi antara BSI dan UMS Rappang dapat terus berkembang dan tumbuh bersama,” ujar Syafrie.
Ia menjelaskan, bentuk kerja sama yang dijajaki mencakup layanan pembayaran pendidikan seperti sistem pembayaran SPP mahasiswa, hingga peluang dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur kampus.
“Ke depan, kami ingin mengembangkan layanan dari sisi pembayaran pendidikan, termasuk kemungkinan dukungan untuk pembangunan infrastruktur guna menunjang keberlangsungan pendidikan di kampus ini,” jelasnya.

Menurut Syafrie, kerja sama dengan UMS Rappang merupakan langkah awal untuk meningkatkan skala kolaborasi yang sebelumnya telah terjalin di tingkat cabang Muhammadiyah di Kabupaten Sidrap.
“Sekarang kami ingin meningkatkan skalanya agar bisa lebih besar dan berdampak,” tambahnya.
Ia juga menilai UMS Rappang sebagai salah satu perguruan tinggi potensial di daerah dengan basis mahasiswa yang besar serta memiliki kekuatan sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Jamaluddin Ahmad, menyambut positif kunjungan tersebut.
Ia menegaskan bahwa lembaga keuangan syariah memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan di perguruan tinggi.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri perbankan syariah dapat membuka peluang luas, mulai dari peningkatan literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa hingga pengembangan program kemitraan yang berdampak langsung bagi civitas akademika.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi berkelanjutan antara sektor pendidikan dan industri keuangan syariah di Kabupaten Sidrap. (Arya)




Tinggalkan Balasan