SINJAI, HBK – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Sinjai kini sangat dirasakan oleh masyarakat.
Tak tanggung-tanggung masyarakat harus antri dari pagi untuk mendapatkan BBM jenis bensin (pertalite).
Seorang warga bernama Akbar asal Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur mengaku harus mengantri sejak pagi hari untuk mendapatkan bensin.
“Saya antri dari jam 06.00 wita karena nanti kehabisan bensin, biasanya di Pertamina ini bensin habis setelah dzuhur” katanya. Jum’at, (27/03/2026).
Akbar sendiri selalu membeli bensin di SPBU Mangarabombang, Kelurahan Samataring.
Akibat kelangkaan dan sulitnya mendapatkan BBM, harga eceran yang dijual kini menjadi naik.
Pemuda asal Desa Pattalassang, Sadirman mengungkapkan bahwa harga eceran bensin per botol semakin mahal. Dimana dulunya hanya Rp12 ribu perliter kini menjadi Rp15 ribu perliter.
Untuk mendapatkan bensin eceran saja, ia mengaku mencari kemana – mana.
Bukan hanya bahan bakar bensin, petani yang kini sedang mulai membajak sawah dan nelayan yang ingin melaut dibuat pusing akibat kelangkaan solar yang terjadi di Sinjai.
Seperti diketahui, SPBU 74. 926.45 Lita, Kecamatan Sinjai Utara dihentikan sementara penyalurannya buntun viralnya penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. (M.A)









Tinggalkan Balasan