SIDRAP, HBK — Setahun masa kepemimpinan Bupati Sidrap, Sulawesi Selatan, H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah, terus menghadirkan wajah baru pembangunan yang mulai dirasakan langsung masyarakat.

Berbagai capaian strategis tidak hanya berhenti pada angka statistik, tetapi menjelma menjadi realitas yang hidup di tengah warga.

Dihadapan para awak jurnalis Sidrap, Syaharuddin memaparkan hasil kerja nyata pemerintahannya dalam kurun setahun ini.

Hal itu disampaikan Bupati saat mempresentasikan hasil kerja pemerintahannya di prosesi pelantikan pengurus JMSI Sidrap di pelataran Mogan, Ahad (29/04/2026).

Mereka tidak sekadar mendengar angka—melainkan merasakan perubahan itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kurun waktu satu tahun, Pemerintah Kabupaten Sidrap berhasil mencatatkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 75,49 poin, pertumbuhan ekonomi mencapai 7,71 persen—tertinggi di Sulawesi Selatan, serta angka kemiskinan turun menjadi 4,91 persen.

Capaian ini diperkuat oleh sektor unggulan daerah. Produksi pertanian dengan program unggulan IP300 seperti padi dan jagung meningkat signifikan.

Begitu pula sektor peternakan, target lumbung telur 10 juta butir semakin nyata mendekati, dengan etos kerja “SAROMASE” yang selama ini dilekatkan dalam bekerja.

Dan itu terus tumbuh mendekati target khususnya produksi telur yang menjadi tulang punggung ekonomi Sidrap.

Warga yang mayoritas petani dan peternak pun menjadi saksi langsung dari geliat pertumbuhan tersebut.

Bupati Syaharuddin Alrif juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sidrap lahir dari kerja nyata masyarakat, sekaligus mematahkan stigma negatif yang selama ini sempat melekat.

“Ekonomi kita tumbuh dari kerja keras masyarakat—petani, peternak, dan pelaku UMKM. Bukan dari hal-hal negatif seperti yang selama ini disalahpahami,” tegasnya.

Namun di balik capaian tersebut, Bupati secara terbuka mengakui keterbatasan anggaran daerah.

Ia menegaskan bahwa APBD Kabupaten Sidrap belum mampu sepenuhnya membiayai seluruh program prioritas pembangunan.

Karena itu, strategi jemput bola terus dilakukan. Pemerintah daerah intens melakukan lobi dan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga Pemerintah Pusat guna menghadirkan tambahan anggaran.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, tidak semua program bisa kita wujudkan. Makanya kami aktif melobi ke provinsi dan pusat agar program-program prioritas ini tetap berjalan dan dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Langkah tersebut terbukti menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari gaya kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan.

Sejak dilantik Februari tahun lalu, Bupati mengaku menghabiskan sekitar 60 persen waktunya di tengah masyarakat di 11 kecamatan, sementara 40 persen lainnya untuk urusan administratif.

Pendekatan ini membuat kebijakan lebih tepat sasaran karena aspirasi masyarakat didengar langsung, bukan sekadar laporan.

Ia bahkan dikenal tidak membatasi pelayanan administrasi, termasuk penandatanganan dokumen, yang tetap dilayani di mana pun berada.

Sejumlah program prioritas pun telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, di antaranya:

  • BPJS gratis
  • Pendidikan unggulan
  • Pupuk lancar bagi petani
  • Listrik masuk sawah
  • Pembangunan jalan mulus
  • UMKM maju dan penciptaan lapangan kerja
  • Stabilitas harga komoditas pertanian
  • Penguatan peternakan dan perikanan
  • Sidrap bersih dan tangguh bencana
  • Kesejahteraan ASN dan perangkat desa
  • Pengembangan wirausaha generasi Z dan milenial

Seluruh program ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan Sidrap dalam satu periode kepemimpinan.

Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan, capaian setahun ini hanyalah awal.

Ia memiliki mimpi besar di akhir masa jabatannya, yakni menghadirkan masyarakat Sidrap yang benar-benar sejahtera dengan peningkatan pendapatan ekonomi yang signifikan dan merata.

“Di penghujung masa jabatan nanti, saya ingin melihat masyarakat Sidrap hidup lebih sejahtera, ekonomi meningkat, dan semua merasakan hasil pembangunan,” tutupnya.

Dengan kerja yang mengedepankan keikhlasan, kedekatan dengan rakyat, serta strategi kolaborasi anggaran lintas pemerintahan, Sidrap kini melangkah pasti menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing. (Arya)