BARRU,HBK – Kondisi cuaca ekstrem di Perairan Selat Makassar baru baru ini rupanya nyaris merenggut nyawa Nelayan asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Peristiwa naas ini dialami Laupi (40), warga Dusun Aluppange, Desa Corawali, Kecamatan Tanete Rilau, pada Sabtu (13/12/2025) lalu.

Laupi (40) Nelayan Barru melaporkan insiden ini bahwa kapalnya tenggelam ketika dihantam gelombang tinggi di tengah laut. Beruntung Laupi berhasil selamat dalam kejadian tersebut.

Kronologi kejadian Laupi ditengarai berangkat melaut sekitar pukul 06.00 Wita saat kondisi perairan laut tenang dan aman.Namun situasi berubah sekitar pukul 11.00 Wita ketika cuaca ekstrem terjadi di tengah laut.

“Tiba-tiba ada angin kencang serta hujan memunculkan gelombang yang langsung menghantam kapal saya sehingga saya kehilangan kendali dan keseimbangan yang pada akhirnya kapal tenggelam,”ungkap Laupi (40) selaku Nelayan Tanete Barru pada Minggu (14/12) di rumahnya.

“Dalam kondisi darurat,saya bertahan sebelum akhirnya ditenukan dan dievakuasi nelayan lain yang melintas di sekitar perairan Puteangin,”ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Tanete Rilau IPTU Muhammad Yusran S,Sos dihubungi via WhatsApp (14/12) membenarkan peristiwa tersebut.

“Kapal korban dihantam ombak besar hingga tenggelam, namun korban berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat,”jelas Yusran.

“Akibat kejadian itu, Laupi mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp.50 Juta, termasuk kapal dan peralatan tangkap ikan yang tenggelam,”terang Yusran.

“Untuk saat ini, korban telah kembali ke kediamannya menjalani proses istirahat dan pemulihan kesehatan,”tandasnya.

“Kami mengimbau para nelayan khususnya di wilayah Tanete Rilau agar meningkatkan kewaspadaan dini mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di perairan selat Makassar,”tutup Yusran.(Ril)