SIDRAP, HBK — Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian satu tahun pemerintahan Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah.
Menurutnya, tingkat kepuasan publik yang mencapai 87,7 persen menjadi indikator kuat bahwa arah pembangunan di Kabupaten Sidrap tengah bergerak menuju fase kebangkitan yang lebih substansial, tidak hanya dalam aspek fisik, tetapi juga dalam dimensi sosial, spiritual, dan peradaban.
Dalam pandangan akademik, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang dinilai memiliki arah jelas dan konsistensi kebijakan.
Darnawati menilai fondasi pembangunan yang diletakkan saat ini memperlihatkan karakter pembangunan daerah yang berakar pada potensi lokal, khususnya sektor pertanian dan peternakan yang sejak lama menjadi identitas ekonomi daerah.
Ia menegaskan bahwa penguatan sektor agraria bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga langkah ideologis pembangunan daerah.
Ketahanan pangan, produktivitas lahan, dan pemberdayaan petani dinilai menjadi instrumen utama dalam membangun kemandirian masyarakat.
Aktivitas pertanian dan peternakan rakyat, kata dia, kini tidak lagi dipandang sekadar rutinitas ekonomi tradisional, melainkan simbol ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Lebih jauh, Darnawati menyoroti keseimbangan pendekatan pembangunan yang tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan material, tetapi juga penguatan karakter generasi melalui pendidikan religius.
Ia melihat geliat program pembinaan tahfidz di tengah masyarakat sebagai sinyal bahwa pembangunan manusia berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, integrasi nilai spiritual dalam kebijakan publik merupakan ciri daerah yang sedang menyiapkan peradaban jangka panjang, bukan sekadar pencapaian jangka pendek.
Perspektif akademisi juga menilai langkah pemerintah daerah dalam mengembangkan energi terbarukan sebagai indikator kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan.
Kebijakan tersebut dianggap strategis karena menunjukkan kesiapan daerah menghadapi tantangan transisi energi global sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Dalam konteks pembangunan modern, pendekatan ini menempatkan daerah pada posisi adaptif terhadap perubahan zaman.
Darnawati menekankan bahwa tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi biasanya lahir dari kombinasi antara kinerja nyata, komunikasi publik yang efektif, serta keberpihakan kebijakan pada kebutuhan riil masyarakat.

Ia menilai sinergi antara visi kepemimpinan dan partisipasi publik menjadi faktor penting yang menjelaskan mengapa dukungan masyarakat terhadap pemerintah daerah tetap kuat pada tahun pertama masa jabatan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, pihaknya menegaskan komitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak akan berkelanjutan tanpa dukungan SDM berkualitas yang mampu mengelola potensi daerah secara inovatif dan berdaya saing.
Di akhir pernyataannya, Darnawati menyampaikan keyakinan bahwa periode satu tahun ini baru merupakan tahap awal perjalanan panjang transformasi daerah.
Ia menilai arah pembangunan yang memadukan kekuatan agraria, penguatan spiritual masyarakat, dan inovasi energi berkelanjutan berpotensi menjadikan daerah tersebut sebagai model pembangunan berbasis kearifan lokal sekaligus modernitas.
“Jika fondasi ini dijaga konsistensinya, maka daerah ini bukan hanya berkembang, tetapi berpeluang menjadi pusat kemajuan agraria, kekuatan peternakan, lumbung generasi Qur’ani, dan pelopor energi masa depan,” pungkasnya. (Arya)









Tinggalkan Balasan