BARRU,HBK – Segenap warga Dusun Pakka dan Dusun Topporeng, Desa Nepo,patut bersuka cita pasalnya harapan selama ini guna mengakses jalanan singkat bukan lagi sekadar mimpi melainkan sudah terwujud.
Dalam kegiatan gotong royong 1 unit jembatan gantung darurat dengan bentang. sepanjang 25 meter sukses di kerjakan yang melibatkan sejumlah pihak di Kecamatan Mallusetasi,pada Selasa (6/1/2026).
Adanya Jembatan Gantung ini berkat kolaborasi erat antara personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Polres Barru, serta Pemerintah Desa Nepo.
Muhammad Toaha selaku Kepala Desa Nepo sangat bangga dan bersyukur atas dibangunnya jembatan ini.menurutnya ini bukan sekadar adanya bahan kayu dan tali baja, melainkan merupakan urat nadi bagi aktivitas keseharian warga yang sempat lumpuh akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

“Pembangunan ini sangat membantu masyarakat Desa Nepo, khususnya warga Dusun Pakka dan Dusun Bojoale. selama ini mereka harus menempuh jalan melingkar yang sangat jauh. Padahal, jalur ini adalah satu-satunya jalan utama untuk akses sekolah, pasar, dan kegiatan ekonomi sehari-hari, ” ungkap Muhammad Toaha yang akrab di panggil Pitung dengan penuh semangat.
Pitung menekankan bahwa sinergi antara Kapolres Barru, Danyon Brimob Parepare, dan Camat Mallusetasi adalah kunci percepatan penanganan dampak bencana di wilayahnya. Dengan hadirnya kolaborasi ini, aktifitas mobilisasi warga dipastikan kembali lancar dan normal.
Muhammad Toaha mengingatkan meskipun jembatan darurat telah berdiri berkat gotong royong,namun menurutnya perjuangan belum usai.
“Harapan kami sebagai warga bersama Pemerintah Desa, agar Pimpinan Daerah dan Pemerintah Provinsi bisa memberikan dukungan anggaran bencana. Kami butuh solusi permanen agar akses ini tidak lagi terputus di masa depan, “pintanya.

Disamping itu Kapolres Barru, AKBP Ananda Fauzi Harahap, yang hadir langsung meninjau lokasi bersama Wadanyon B Pelopor, Kompol Yermia Willam, menegaskan komitmen Polri dalam membantu masyarakat.
“Kami ingin anak-anak ke sekolah lebih cepat dan pengangkutan hasil bumi ke pasar tidak lagi terkendala jarak. Semoga konektivitas antarwilayah ini membawa berkah bagi ekonomi lokal, ” ujar Kapolres Barru.
“Dengan selesainya jembatan darurat ini, warga kini tidak perlu lagi membuang waktu berjam-jam di jalan melingkar. Kini, denyut nadi ekonomi Desa Nepo kembali berdetak kencang,”kunci Kapolres Ananda.(Ahk/Ril)



Tinggalkan Balasan